Gubernur Sulut: Pers Jangan Lupakan Semangat Reformasi
Jumat, 17 Maret 2017 22:46 WIB
Manado (Antara Sulsel) - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey berharap pers tidak melupakan semangat awal reformasi yaitu menyampaikan informasi menuju masyarakat sejahtera.
"Pers pada zaman orde baru merasa tidak bisa melakukan sesuatu yang baik dalam menyampaikan informasi ke masyarakat. Banyak media saat itu yang ditutup hanya karena ingin menyampaikan informasi yang benar," kata Gubernur di Manado pada seminar "Jurnalistik Sehat, Tangkal Hoax" di Manado, Jumat.
Perubahan begitu cepat dalam dunia jurnalistik karena ditunjang dengan teknologi infromasi, namun jangan melupakan semangat reformasi bagaimana masyarakat ingin dapatkan informasi lebih awal dan benar, katanya.
"Era orde baru selalu diatur-atur dan demokrasi tidak berjalan seperti yang diharapkan. Karena itu, kemajuan teknologi informasi yang merambah hingga dunia jurnalistik tidak sampai melupakan semangat awal reformasi," haparnya lagi.
Media di era sekarang, seakan berkembang tanpa kontrol, apa yang mau ditulis segera bisa terpublikasi walaupun terkadang mengabaikan khaidah-khaidah jurnalistik.
Karena itu dia berharap, informasi yang disebarkan mampu menjaga kestabilan bangsa dan negara, asas-asas demokrasi, profesional dan menegakkan supremasi hukum.
"Jurnalis harus mengobarkan semangat mendukung pemberantasan korupsi. Korupsi menghambat pembangunan, karena pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Bendahara Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu berharap pers terus mengasah kompetensi sehingga bisa mencerdaskan masyarakat dengan menghasilkan karya-karya jurnalistik yang benar dan terkonfirmasi.
"Pers pada zaman orde baru merasa tidak bisa melakukan sesuatu yang baik dalam menyampaikan informasi ke masyarakat. Banyak media saat itu yang ditutup hanya karena ingin menyampaikan informasi yang benar," kata Gubernur di Manado pada seminar "Jurnalistik Sehat, Tangkal Hoax" di Manado, Jumat.
Perubahan begitu cepat dalam dunia jurnalistik karena ditunjang dengan teknologi infromasi, namun jangan melupakan semangat reformasi bagaimana masyarakat ingin dapatkan informasi lebih awal dan benar, katanya.
"Era orde baru selalu diatur-atur dan demokrasi tidak berjalan seperti yang diharapkan. Karena itu, kemajuan teknologi informasi yang merambah hingga dunia jurnalistik tidak sampai melupakan semangat awal reformasi," haparnya lagi.
Media di era sekarang, seakan berkembang tanpa kontrol, apa yang mau ditulis segera bisa terpublikasi walaupun terkadang mengabaikan khaidah-khaidah jurnalistik.
Karena itu dia berharap, informasi yang disebarkan mampu menjaga kestabilan bangsa dan negara, asas-asas demokrasi, profesional dan menegakkan supremasi hukum.
"Jurnalis harus mengobarkan semangat mendukung pemberantasan korupsi. Korupsi menghambat pembangunan, karena pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Bendahara Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu berharap pers terus mengasah kompetensi sehingga bisa mencerdaskan masyarakat dengan menghasilkan karya-karya jurnalistik yang benar dan terkonfirmasi.
Pewarta : Karel A Polakitan
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG keluarkan peringatan dini potensi gelombang empat meter di perairan Sulut
16 March 2026 5:27 WIB
Enam orang meninggal akibat banjir bandang hantam permukiman di Pulau Siau Sulut
05 January 2026 13:12 WIB
PLN UIP Sulawesi berbagi dengan anak panti dan pesantren di Manado Sulut
17 March 2025 18:45 WIB, 2025
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Bangladesh tutup sementara sekolah dampak krisis energi akibat konflik Timteng
09 March 2026 17:15 WIB