Manado (Antara Sulsel) - Bank Indonesia(BI) memperkirakan hari raya Lebaran atau Idul Fitri dan pengucapan syukur masyarakat Minahasa pada Juni 2017 akan memicu inflasi Kota Manado.

"Memasuki Juni 2017, BI memperkirakan tekanan inflasi Sulut akan mengalami peningkatan," kata Kepala BI Perwakilan Sulut Soekowardojo di Manado, Sabtu.

Hal tersebut dipengaruhi oleh lonjakan permintaan jelang hari raya Idul Fitri dan hari raya pengucapan syukur, yang belum mampu direspons sepenunya dari sisi suplai.

"Peningkatan mobilitas masyarakat yang berpengaruh pada harga komoditas transportasi, serta lanjutan penyesuaian tarif listrik juga diproyeksikan menambah potensi tekanan inflasi pada Juni 2017," katanya.

BI memandang positif terjadinya deflasi pada Mei 2017 dalam mendukung pencapaian target inflasi Sulut 2017 yang diproyeksikan sebesar 4 plus minus satu persen (yoy).

Namun demikian, katanya, potensi tekanan kelompok administered prices yang semakin besar pada tahun 2017 perlu disikapi bersama dengan memperkuat pengendalian inflasi pangan khususnya jelang hari besar keagamaan.

Pemerintah daerah dan BI berkomitmen untuk memperkuat pengendalian inflasi di tahun 2017, terutama menghadapi hari besar keagamaan.

Pada Mei 2017, BI bersama dengan Pemerintah Kota Manado dan Pemprov. Sulut melalui wadah TPID telah melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya panen raya cabai rawit dan tomat sayur hasil dari "Gerakan Barito" yang dicanangkan pada 2017, serta sidak pasar bersama dengan Wakil Gubernur Sulut untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Selanjutnya, tim pengendali inflasi daerah(TPID) juga akan mendorong pelaksanaan operasi pasar terintegrasi selama Ramadan, yang didukung program komunikasi untuk menjaga ekspektasi masyarakat. 

Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2024