Bupati Bulukumba Apresiasi Workshop Mendongeng
Sabtu, 9 September 2017 23:23 WIB
Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali (dua kiri) dan Kak Seto (dua kanan) di sela acara workshop mendongeng di Bulukumba, Sabtu (9/9). (FOTO/Syamsurya Pratama)
Bulukumba (Antara Sulsel) - Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali mengapresiasi workshop mendongeng yang menghadirkan psikolog yang juga tokoh pemerhati anak Dr Seto Mulyadi (Kak Seto) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
"Saya berharap kehadiran tokoh nasional Kak Seto benar-benar dimanfaatkan para guru untuk menimba ilmu dan pengalaman dari Ketua Komisi Perlindungan Anak ini dalam rangka membangun kecerdasan dan karakter anak di Kabupaten Bulukumba," kata AM Sukri saat membuka acara di salah satu hotel di Bulukumba, Sabtu.
Di tengah majunya perkembangan teknologi teknologi informasi, lanjut Sukri, saatnya orang tua dan guru kembali lebih kreatif menanamkan nilai-nilai melalui metode pendidikan seperti budaya mendongeng.
Workshop Mendongeng digelar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kabupaten Bulukumba yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten setempat, pesertanya para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Sementara itu, Kak Seto pada kegiatan tersebut mengajak para guru PAUD untuk menjadi pendongeng-pendongeng sejati bagi anak-anak.
"Karena kalau tidak, anak-anak akan mendapatkan sumber-sumber dongeng yang lain seperti gadget," ujar Kak Seto.
Menurut dia, setiap anak berbeda, sehingga penting para guru menemu kenali potensi kecerdasan setiap anak muridnya, serta mengevaluasi dari sudut yang berbeda karena pada dasarnya setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda pula.
Kak Seto mengaku jika dulu nilai matematikanya paling tinggi angka 4, namun karena para guru menyanyangi dirinya sehingga dia bisa seperti sekarang ini.
"Saat ini anak-anak kita seperti robot, minat bacanya juga semakin berkurang, sehingga guru dituntut untuk kreatif dalam mendidik dan menjadi idola bagi murid-muridnya," tukas Kak Seto yang mengaku sudah menjadi guru PAUD selama 47 tahun.
Kak Seto juga meminta para guru selalu menciptakan suasana agar anak-anak senang belajar. Belajar yang efektif, tambah Seto adalah belajar dalam suasana gembira, salah satunya dengan cara mendongeng di hadapan murid-murid.
Beberapa manfaat mendongeng, lanjut Kak Seto yaitu dapat menjalin komunikasi, merangsang kreatifitas anak, untuk perkembangan moral, perkembangan bahasa, perkembangan emosi, proses identifikasi terhadap sesuatu yang baru, serta memberikan hiburan.
Adapun tips yang diberikan Kak Seto dalam mendongeng yang baik diantaranya, harus dalam suasana hati yang riang, menguasai cerita, penuh persahabatan, penuh variasi, dan komunikatif.
Sementara, ketua panitia workshop mendongeng yang juga Ketua Himpaudi Bulukumba Siti Isniyah mengatakan kehadiran Kak Seto disambut antusias para peserta.
Menurut Siti, peserta yang ditargetkan sebelumnya hanya 300 orang, terpaksa harus ditambah dari 10 kecamatan menjadi 384 orang.
"Awalnya kami akan melaksanakan kegiatan ini di ruang Pola Kantor Bupati, namun karena banyaknya permintaan peserta sehingga kami pindahkan lokasinya ke hotel untuk menampung minat para guru PAUD," tuturnya.
Dia menambahkan, workshop tersebut sebagai upaya perwujudan dari visi HIMPAUDI untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan anak usia dini dengan memberi bekal pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan mendongeng sebagai media edukasi anak, guna mewujudkan anak Indonesia yang cerdas, kreatif dan berkarakter.
"Saya berharap kehadiran tokoh nasional Kak Seto benar-benar dimanfaatkan para guru untuk menimba ilmu dan pengalaman dari Ketua Komisi Perlindungan Anak ini dalam rangka membangun kecerdasan dan karakter anak di Kabupaten Bulukumba," kata AM Sukri saat membuka acara di salah satu hotel di Bulukumba, Sabtu.
Di tengah majunya perkembangan teknologi teknologi informasi, lanjut Sukri, saatnya orang tua dan guru kembali lebih kreatif menanamkan nilai-nilai melalui metode pendidikan seperti budaya mendongeng.
Workshop Mendongeng digelar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kabupaten Bulukumba yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten setempat, pesertanya para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Sementara itu, Kak Seto pada kegiatan tersebut mengajak para guru PAUD untuk menjadi pendongeng-pendongeng sejati bagi anak-anak.
"Karena kalau tidak, anak-anak akan mendapatkan sumber-sumber dongeng yang lain seperti gadget," ujar Kak Seto.
Menurut dia, setiap anak berbeda, sehingga penting para guru menemu kenali potensi kecerdasan setiap anak muridnya, serta mengevaluasi dari sudut yang berbeda karena pada dasarnya setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda pula.
Kak Seto mengaku jika dulu nilai matematikanya paling tinggi angka 4, namun karena para guru menyanyangi dirinya sehingga dia bisa seperti sekarang ini.
"Saat ini anak-anak kita seperti robot, minat bacanya juga semakin berkurang, sehingga guru dituntut untuk kreatif dalam mendidik dan menjadi idola bagi murid-muridnya," tukas Kak Seto yang mengaku sudah menjadi guru PAUD selama 47 tahun.
Kak Seto juga meminta para guru selalu menciptakan suasana agar anak-anak senang belajar. Belajar yang efektif, tambah Seto adalah belajar dalam suasana gembira, salah satunya dengan cara mendongeng di hadapan murid-murid.
Beberapa manfaat mendongeng, lanjut Kak Seto yaitu dapat menjalin komunikasi, merangsang kreatifitas anak, untuk perkembangan moral, perkembangan bahasa, perkembangan emosi, proses identifikasi terhadap sesuatu yang baru, serta memberikan hiburan.
Adapun tips yang diberikan Kak Seto dalam mendongeng yang baik diantaranya, harus dalam suasana hati yang riang, menguasai cerita, penuh persahabatan, penuh variasi, dan komunikatif.
Sementara, ketua panitia workshop mendongeng yang juga Ketua Himpaudi Bulukumba Siti Isniyah mengatakan kehadiran Kak Seto disambut antusias para peserta.
Menurut Siti, peserta yang ditargetkan sebelumnya hanya 300 orang, terpaksa harus ditambah dari 10 kecamatan menjadi 384 orang.
"Awalnya kami akan melaksanakan kegiatan ini di ruang Pola Kantor Bupati, namun karena banyaknya permintaan peserta sehingga kami pindahkan lokasinya ke hotel untuk menampung minat para guru PAUD," tuturnya.
Dia menambahkan, workshop tersebut sebagai upaya perwujudan dari visi HIMPAUDI untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan anak usia dini dengan memberi bekal pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan mendongeng sebagai media edukasi anak, guna mewujudkan anak Indonesia yang cerdas, kreatif dan berkarakter.
Pewarta : Syamsurya Pratama
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komnas PA: Empat ABH kasus pemerkosaan di Jakarta tak layak kembali ke orang tua
20 September 2022 15:29 WIB, 2022
Kak Seto mendatangi Bareskrim Polri pastikan perlindungan anak Sambo dan Putri
23 August 2022 15:18 WIB, 2022
Ketua LPAI kritisi sistem pondok pesantren yang tertutup dan rentan kekerasan seksual
11 July 2022 16:25 WIB, 2022
Seto Mulyadi : Vaksinasi anak perlu untuk perlindungan dari risiko penyakit
03 May 2022 19:10 WIB, 2022
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019