Film "Lolai" angkat budaya lokal Toraja
Senin, 16 April 2018 14:22 WIB
Sutradara Lolai Cinta Diatas Awan, Andi Burhamzah (kiri), Produser , Andrew Parinusa (kanan), Maizura Rezky, berperan sebagai Tara (dua kanan) dan Yanti berperan Ibu Tara (dua kiri) saat launching roadshow flim keluarga tersebut di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/4). ANTARA FOTO/Darwin Fatir
Makassar (Antaranews Sulsel) - Film Lolai, Cinta Diatas Awan yang diproduksi di Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan karya sutradara Andi Burhamzah mendapat dukungan berbagai pihak, bukan hanya pencinta film, kalangan remaja, hingga Dinas Pendidikan Sulsel karena dianggap mengangkat budaya lokal.
"Kami berharap film ini mendapat hati dari penonton karena didalamnya terdapat perpaduan kekeluargaan, edukasi, kebudayaan yang disajikan secara apik dan menjadi hiburan yang menyenangkan bagi keluarga Indonesia," kata Burhamzah saat peluncuran film tersebut di Makassar, Sulawesi Selatan.
Sementara sutradara film ini, Andrew Parinusa kepada wartawan mengatakan produksi film Lolai, Cinta Diatas Awan juga memberikan edukasi budaya kepada masyarakat, apalagi pengambilan suting film di Toraja yang mempunyai sejarah budaya diakui dunia.
Mengenai dengan kapan merilis film tersebut di layar lebar, kata dia, akan segera dilakukan, namun sebelumnya dilaksanakan sosialisasi ke sejumlah sekolah-sekolah di Sulsel. Pembuatan film ini atas kerja sama dengan perusahaan farmasi Kalbe Farma- Mixagrip sebagai program cinta budaya mixagrip.
Sedangkan pemeran utama dalam film tersebut Maizura Rezky, berperan sebagai Tara mengajak kepada siswa sekolah untuk semangat berkarya dan cinta budaya, karena menurutya budaya merupakan identitas bangsa yang wajib dijaga.
"Sudah menjadi tugas kita sebagai generasi muda untuk mempertahankan serta melestarikan budaya ditengah era modern saat ini. sudah saatnya remaja Makassar menunjukkan eksistensi dirinya dengan menghadirkan karya yang bermanfaat," ujar penyanyi remaja bertalenta itu.
Dirinya juga menuturkan, pembuatan film tersebut mengambil tempat di Lolai, Kabupaten Toraja utara, Sulsel cukup menguras energi. Bahkan ia sempat mengambil izin di sekolahnya khusus untuk suting film karya anak bangsa itu.
Kepala LOB Cough and Cold Kalbe Consumer Health Devisi PT Kalbe Farma Tbk, Lenny R Siantury pada kesempatan itu mengatakan, pihaknya akan melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah seperti di SMAN 2, SMAN 3, SMAN 17, SMAN 21 Makassar dan SMA Kartika Chandra kirana serta SMK Telkom Makassar. Kegiatan kunjungan ini akan dikolaborasikan dengan Program Cinta Budaya Mixagrip.
Nantinya, kegiatan itu akan diisi dengan banyak kegiatan menarik yang bermanfaat seperti penyuluhan narkoba, workshop film, meet and greet dengan para pemain film Lolai, Cinta diatas Awan, lomba foto bduaya, lomba kreasi tempat obat Mixagrip, pemilihan duta Mixagrip, lomba vlog tentang film Lolai dan Mixagrip, serta pemeriksaan kesehatan secara gratis.
"Berbagai kegiatan lainnya digelar guna sosialisasi para siswa yang berada pada usia remaja yang dinilai rentan dengan penyalahgunaan narkoba. Melalui program ini nantinya diharapkan para siswa dapat sadar menjauhi pergaulan yang bersifatmenjerumuskan ke hal negatif seperti narkoba," katanya.
Lenny menambahkan kegiatan ini sekaligus ajang untuk memberikan motivasi kepada remaja untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi diri dengan berani berkarya diantaranya melalui film.
"Kami berharap film ini mendapat hati dari penonton karena didalamnya terdapat perpaduan kekeluargaan, edukasi, kebudayaan yang disajikan secara apik dan menjadi hiburan yang menyenangkan bagi keluarga Indonesia," kata Burhamzah saat peluncuran film tersebut di Makassar, Sulawesi Selatan.
Sementara sutradara film ini, Andrew Parinusa kepada wartawan mengatakan produksi film Lolai, Cinta Diatas Awan juga memberikan edukasi budaya kepada masyarakat, apalagi pengambilan suting film di Toraja yang mempunyai sejarah budaya diakui dunia.
Mengenai dengan kapan merilis film tersebut di layar lebar, kata dia, akan segera dilakukan, namun sebelumnya dilaksanakan sosialisasi ke sejumlah sekolah-sekolah di Sulsel. Pembuatan film ini atas kerja sama dengan perusahaan farmasi Kalbe Farma- Mixagrip sebagai program cinta budaya mixagrip.
Sedangkan pemeran utama dalam film tersebut Maizura Rezky, berperan sebagai Tara mengajak kepada siswa sekolah untuk semangat berkarya dan cinta budaya, karena menurutya budaya merupakan identitas bangsa yang wajib dijaga.
"Sudah menjadi tugas kita sebagai generasi muda untuk mempertahankan serta melestarikan budaya ditengah era modern saat ini. sudah saatnya remaja Makassar menunjukkan eksistensi dirinya dengan menghadirkan karya yang bermanfaat," ujar penyanyi remaja bertalenta itu.
Dirinya juga menuturkan, pembuatan film tersebut mengambil tempat di Lolai, Kabupaten Toraja utara, Sulsel cukup menguras energi. Bahkan ia sempat mengambil izin di sekolahnya khusus untuk suting film karya anak bangsa itu.
Kepala LOB Cough and Cold Kalbe Consumer Health Devisi PT Kalbe Farma Tbk, Lenny R Siantury pada kesempatan itu mengatakan, pihaknya akan melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah seperti di SMAN 2, SMAN 3, SMAN 17, SMAN 21 Makassar dan SMA Kartika Chandra kirana serta SMK Telkom Makassar. Kegiatan kunjungan ini akan dikolaborasikan dengan Program Cinta Budaya Mixagrip.
Nantinya, kegiatan itu akan diisi dengan banyak kegiatan menarik yang bermanfaat seperti penyuluhan narkoba, workshop film, meet and greet dengan para pemain film Lolai, Cinta diatas Awan, lomba foto bduaya, lomba kreasi tempat obat Mixagrip, pemilihan duta Mixagrip, lomba vlog tentang film Lolai dan Mixagrip, serta pemeriksaan kesehatan secara gratis.
"Berbagai kegiatan lainnya digelar guna sosialisasi para siswa yang berada pada usia remaja yang dinilai rentan dengan penyalahgunaan narkoba. Melalui program ini nantinya diharapkan para siswa dapat sadar menjauhi pergaulan yang bersifatmenjerumuskan ke hal negatif seperti narkoba," katanya.
Lenny menambahkan kegiatan ini sekaligus ajang untuk memberikan motivasi kepada remaja untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi diri dengan berani berkarya diantaranya melalui film.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Seni Budaya
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019
Budaya "Appalili" Kabupaten Gowa terus dipertahankan tingkatkan hasil pertanian
05 December 2019 11:44 WIB, 2019