
Karateka Makassar dan Bandung Raih Bob Kejurnas

Makassar (ANTARA News) - Karateka Kota Makassar dan Bandung berhasil meraih juara "Best Of The Best" pada kejuaraan nasional karate antarkota se-Indonesia, di Lapangan Karebosi Makassar, 5-7 Mei 2011.
Karateka asal Makassar atas nama Syahrul sukses meraih BOB untuk kategori putra, sementara untuk putri diraih karateka asal Kota Bandung yakni Haerani Mardiah.
Pelatih karate Sulsel, Nukman Lahamang, di Makassar, mengatakan, prestasi sebagai Best Of The Best yang diraih atletnya diharapkan bisa menjadi modal menghadapi kualifikasi Pekan Olahraga Nasional, Desember 2011.
Menurut Nukman, Syahrul merupakan salah satu dari sekian banyak karateka andalan Sulsel yang diharapkan bisa lolos sekaligus memberikan prestasi terbaik di PON XVIII Riau 2012 mendatang.
"Syahrul merupakan salah satu dari 22 karateka yang tergabung dalam program Sulsel Maju yang disiapkan KONI. Kami bersyukur dengan apa yang diraih pada kejurnas antarkota kali ini," jelasnya.
Selain meraih penghargaan BOB, Syahrul juga berhasil menyumbangkan medali emas bagi kontingen Kota Makassar A, dinomor kumite perorangan putra -60kg. Medali emas ini diperoleh setelah menyingkirkan Suleman yang juga karateka Kota Makassar dibabak final.
"Kita berharap prestasi yang ditorehkan para karateka kali ini bisa menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh atlet untuk tampil lebih baik lagi kedepan," katanya.
Pada kejurnas yang berakhir Sabtu,(7/5), Kota Makassar A sukses menjadi juara umum sekaligus berhak menerima Piala Menpora, Andi Alifian Mallarangeng. Kepastian itu seusai mengoleksi 10 emas, tujuh perak dan 12 perunggu.
Sementara untuk juara umum kedua ditempati kontingen Kota Bandung dengan lima emas dan empat perak sekaligus berhak berhak atas Piala Mendgari.
Untuk posisi juara umum ketiga sekaligus berhak atas Piala Menpan direbut Kontingen Medan yang berhasil mengoleksi lima emas, satu perak dan empat perunggu.(T.KR-MH/Y006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
