Logo Header Antaranews Makassar

Dishubkominfo : Sopir Bus AKAP Wajib Tes Urine

Kamis, 25 Agustus 2011 04:20 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Sulawesi Barat menyatakan sopir bus angkutan kota antar provinsi yang beroperasi di daerah ini wajib menjalani tes urine selama arus mudik Lebaran 1432 Hijriyah.

"Sebelum sopir meninggalkan terminal regional Mamuju, terlebih dahulu para sopir menjalani tes urine di posko yang telah disediakan di terminal. Ini dilakukan untuk memastikan para sopir tidak mengonsumsi minuman keras sehingga perjalanan mudik Lebaran menjadi lancar," kata Kepala Dishubkominfo Sulbar Ismail Zainuddin di Mamuju, Rabu.

Menurutnya, kegiatan tes urine terhadap para sopir bus AKAP maupun sopir angkutan umum lainnya dilakukan sejak H-7 dan akan berlangsung hingga +3 lebaran.

Karena itu, kata dia, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang dapat memperburuk perjalanan para pemudik, pemerintah telah melakukan kerja sama dengan PT Jasa Raharja dan Dinas Kesehatan untuk melakukan tes urine para pengemudi bus AKAP, dan angkutan umum yang nantinya melayani penumpang mudik dan balik lebaran.

"Tim medis telah melakukan tes urine terhadap para pengemudi untuk mendeteksi kondisi sopir apakah bersih atau bebas dari minuman keras dan minuman lain yang memabukkan. Jika ditemukan yang bersangkutan akan diberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku," kata dia.

Dia mengatakan, sejak tes urine dilaksanakan hingga saat ini petugas medis belum menemukan adanya sopir bus AKAP maupun sopir angkutan umum lainnya yang mengonsumsi minuman beralkohol.

"Tenaga medis yang melakukan pemeriksaan itu bukan hanya memeriksa urine, namun juga tes kesehatan fisik lainnya. Jika ditemukan kurang sehat, akan dilarang atau digantikan dengan sopir lain yang sehat," katanya.

Ismail menuturkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi terkait persiapan menghadapi arus mudik lebaran, petugas medis di Puskesmas di sepanjang jalur Trans Sulawesi akan dibuatkan posko pelayanan dan akan beroperasi selama 24 jam.

"Kita minta para pengemudi bus dalam melakukan perjalan mudik lebaran agar tetap mengedepankan sikap kehati-hatian untuk keselamatan para penumpangnya. Jika dalam perjalanan mengantuk, sopir diharapkan tidak memaksakan diri dan meminta untuk diganti oleh sopir cadangan," kata Ismail. (T.KR-ACO/E005)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026