Logo Header Antaranews Makassar

IWAPI : Wanita Masih Dianggap Pebisnis Kelas Dua

Senin, 3 Oktober 2011 08:55 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Ketua Bidang Hukum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulawesi Selatan Fitrizki Utami mengatakan kurangnya komunikasi kepada pemangku kepentingan terutama pemerintah menjadi penyebab wanita pengusaha masih dianggap sebagai pebisnis kelas dua.

"Akibat minimnya komunikasi dan sosialisasi tersebut, pelibatan wanita pengusaha di sektor-sektor perekonomian masih lemah," katanya di Makassar, Senin.

Bahkan, ia mengakui, dalam sejumlah pertemuan strategis usaha antara pemerintah dengan beberapa organisasi pengusaha, pihak IWAPI jarang dikutsertakan.

"Kami akui, kami masih dipandang sebelah mata dibanding organisasi-organisasi pengusaha lainnya. Itu karena kami kurang sosialisasi ke publik. Tapi upaya melakukan penguatan peran sudah mulai dilakukan pada tahun ini," ujarnya.

Dia menjelaskan, masalah penting itu akan menjadi salah satu bahasan pokok dalam rapat kerja nasional (Rakernas) IWAPI di Makassar, 24-26 Oktober mendatang. Sekitar 700 wanita pengusaha dari 33 Dewan Pengurus Daerah (DPD) IWAPI se Indonesia, dijadwalkan akan hadir di Rakernas IWAPI ke-21 tersebut.

Dalam rakernas nanti, IWAPI juga akan membahas kemungkinan pengelolaan potensi ekonomi di daerah masing-masing peserta. Panitia juga menyiapkan sekitar 40 stand untuk pameran produk-produk daerah.

"Kami akan menggunakan momen itu untuk melakukan sejumlah kerjasama bisnis dengan beberapa pihak. Tentu saja, nanti ada kegiatan pameran. Peserta boleh memamerkan produk-produk potensi lokal dari daerah masing-masing," ujarnya.

Fitri menambahkan, terkait dengan potensi lokal, IWAPI Sulsel memfokuskan diri pada produk sutera, khususnya dari Kabupaten Wajo. Menurutnya, mereka terus mendorong agar sutera Wajo tidak hanya dikenal secara nasional, tapi juga di kancah internasional.

Dua upaya penting telah dilakukan untuk mendukung hal itu, yakni pameran berkala di Singapura serta mendorong anggota-anggota IWAPI Sulsel yang jumlahnya lebih dari 100 pengusaha untuk aktif mengisi kegiatan-kegiatan pameran.

"Hasilnya mulai nampak. Tiga bulan lalu kami telah bekerja sama dengan organisasi wanita pengusaha di Singapura. Isi kerja samanya, kami memasok bahan berupa kain, nanti mereka yang membentuk modelnya," katanya.

Selain sutera, IWAPI Sulsel juga fokus ke sektor pariwisata. Di rakernas nanti, peserta akan dibawa ke sejumlah tempat wisata di Sulsel. Dalam kunjungan itu, akan diupayakan ada pembukaan usaha pariwisata oleh para wanita pengusaha. (T.KR-AAT/B013)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026