
PENANGANAN BENCANA ALAM HARUS JADI PRIORITAS UTAMA

Makassar, 12/11 (ANTARA) - Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menyatakan, penanganan bencana alam harus menjadi prioritas utama, sebab keluarga korban sangat membutuhkan bantuan untuk kelanjutan kehidupannya.
"Saya marah kalau ada bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan musibah alam lainnya yang tidak segera diberi bantuan sebab mereka itu butuh makan, obat, sarung, pakaian dan tempat bernaung sementara," katanya di Makassar, Rabu.
Dalam pengarahannya pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Kesejahteraan Sosial tentang Rencana Kerja dan Anggaran Departemen Sosial di Makassar, Menteri mengajak aparatnya di tingkat provinsi, kabupaten/kota bekerjasama pemerintah dan instansi terkait segera memberi pertolongan kepada korban bencana tersebut supaya tidak ada lagi keluhan dari masyarakat.
"Tidak perlu membuat anggaran yang dibutuhkan untuk menangani masalah itu kemudian dilaporkan ke Pusat sebab hal tersebut akan memperlambat penanganannya," ujarnya seraya menambahkan, setelah diberi bantuan barulah anggaran darurat yang dikeluarkan dilaporkan ke Departemen dan pemerintah setempat.
Tindakan cepat seperti inilah yang diperlukan agar korban bencana alam dapat segera makan dan tinggal di tenda darurat sambil mengupayakan bantuan kelanjutannya, katanya.
Menteri Bachtiar merasa kaget dengan masih adanya anggota keluarga di suatu daerah yang kekurangan gizi dan meninggal dunia, padahal di lingkungannya terdapat puskesmas terdekat yang bisa dikunjungi untuk meminta pertolongan kepada petugas kesehatan di tempat itu.
"Saya prihatin jika ke depan masih ada korban meninggal hanya karena tidak makan akibat kurang gizi," ujarnya seraya mengajak petugas kesehatan setempat untuk senantiasa turun ke lapangan memberi penyuluhan gizi dan pengobatan kepada masyarakat sehingga tidak ada lagi warga yang menjadi korban karena kurang gizi.
Mengenai perencanaan anggaran Dinas Sosial provinsi dan kabupaten/kota, Menteri mengingatkan bahwa perencanaan yang baik yakni 50 persen berhasil direalisasikan, dan suatu perencanaan yang 'amburadul' apabila tidak berhasil dimanfaatkan.
"Tidak gampang mengelola anggaran kalau tidak ditangani dengan baik, apalagi jika yang bersangkutan mengerjakannya setengah-setengah sebab ini menyangkut kehidupan orang banyak," ucapnya.
Turun empat persen
Menteri Bachtiar Chamsyah mengatakan, pagu anggaran Depsos tahun 2009 sebesar RP3,4 triliun lebih, mengalami penurunan hampir empat persen dari anggaran tahun 2008 sebanyak RP3,7 triliun lebih.
"Penurunan anggaran tahun 2009 juga dialami seluruh kementerian dan lembaga, kecuali kementerian yang membawahi pendidikan," ungkapnya dan menambahkan, penurunan ini terkait dengan kondisi keuangan negara serta perlunya penghematan anggaran untuk memperkokoh kesiapan kondisi nasional menghadapi kemungkinan berbagai gejolak moneter di masa yang akan datang.
Menurut Menteri, berbagai upaya untuk peningkatan anggaran Depsos sudah dilakukan baik melalui mekanisme Raker atau pun RDP dengan komisi VIII DPR-RI serta dengan Panitia Anggaran DPR, sebab hak budget melekat pada lembaga wakil rakyat tersebut.
"Saya berharap daerah benar-benar memahami dinamika dan proses penyusunan RKA-Depsos," ujarnya seraya mengharapkan seluruh jajaran pelaksana Bangkesos di Pusat dan Daerah mampu bersikap arif dan cerdas dengan melakukan sinergi dalam perencanaan program Bangkesos.
Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penanganan bencana alam dan kemiskinan harus lebih diutamakan supaya tidak ada 'teriakan-teriakan' yang menyedihkan jika ada korban meninggal akibat bencana itu, maupun orang miskin yang sepantasnya menerima bantuan tetapi tidak diberi.
Musrenbang Kesejahteraan Sosial diikuti 105 peserta dari tingkat Dirjen, Irjen, Kepala Dinas provinsi dan Kadis Sosial dan Linmas se Sulsel. ***8***
(T.PK-HK/B/F003/F003) 12-11-2008 22:29:22
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
