
PMI Makassar galakkan kampung siaga donor untuk persediaan darah

Makassar (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar menggalakkan kampung siaga donor untuk mengatasi persediaan darah yang kerap terbatas pada waktu-waktu tertentu.
"Masyarakat kampung siaga donor ini sudah diresmikan pada akhir tahun lalu, dan terus kami berikan motivasi agar senantiasa menjadi garda relawan terdepan," kata Ketua PMI Kota Makassar H Syamsu Rizal MI di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.
Dia mengatakan Masyarakat Kampung Siaga Donor berbasis teknologi internet itu baru mencakup Kelurahan Minasaupa, Kecamatan Rappocini, Makassar. Secara kampung itu akan terus dikembangkan.
Menurut Syamsu, dalam program itu PMI memberikan layanan wifi atau kuota internet pada pedonor. Dalam hal ini, semua pedonor di wilayah bentangan jangkauan hospot wifi dalam radius 1 KM.
Namun jika seorang pedonor tidak dapat lagi mengakses hospot wifi, artinya waktu donor sudah tiba, durasi setiap pedonor dapat mengakses adalah dua bulan, sesuai dengan jadual donor rutin.
Salah seorang pendonor tetap di lokasi tersebut Nurhayati mengatakan, dengan menjadi pedonor, maka sirkulasi darah akan terus diperbarui. Selain itu dirinya dapat memanfaatkan internet gratis, sehingga mendapatkan dobel manfaat di tengah misi kemanusiaan.
Sementara itu, berdasarkan data Unit Donor Darah (UDD) PMI Makassar diketahui rata-rata kebutuhan darah sebanyak 3.500 kantong setiap tahun atau sekitar 200 hingga 300 kantong setiap bulan.
Kondisi itu, dapat berubah tergantung situasi dan kondisi di lapangan, sementara stok darah cenderung tetap, sehingga perlu inovasi-inovasi untuk mendorong masyarakat menjadi donor tetap.

Pewarta : Suriani Mappong
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
