
Tenaga Medis RS Regional Sulbar Mogok

Mamuju (ANTARA News) - Tenaga medis di Rumah Sakit (RS) Regional Provinsi Sulawesi Barat, memilih mogok kerja akibat tunjangan insentif mereka belum dibayarkan selama tujuh bulan terakhir.
Pemantauan Antara di Mamuju, Rabu, aksi mogok kerja yang dilakukan para tenaga medis di RS Regional ini mengakibatkan aktivitas pelayanan kesehatan menadi terganggu.
Ratusan orang yang tergabung dari dokter dan perawat di RS Regional ini melakukan aksi mogok lantaran tak diterimanya upah insentif jasa medis sejak Januari hingga Juli 2012, sehingga membuat ratusan pasien pun menjadi terlantar.
"Kami memilih mogok kerja karena pemerintah mengabaikan membayar hak para tenaga medis,"kata, Eny salah seorang perawat di RS Regional ini.
Ia mengatakan, para dokter dan perawat lainnya bersepakat akan kembali bekerja apabila tuntutan mereka terpenehi.
"Sebenarnya kami juga kasian dengan kondisi pasien yang tidak terlayani secara baik gara-gara aksi mogok kerja. Namun, disisi lain kami juga terdesak kebutuhan sehingga mendesak agar pemerintah tidak menunda hak-hak para petugas medis,"jelasnya.
Eny mengatakan, petugas medis tidak mau menerima pendapat sepihak dari dr Suparman selaku penanggungjawab apabila tuntutan itu belum terpenuhi.
"Sudah berkali-kali kami meminta pembayaran insentif ini namun hanya dijanji saja. Makanya, kami melakukan aksi mogok kerja agar ada perhatian secara serius untuk membayarkannya,"jelasnya.
Ia mengatakan, ada beberapa tuntutan yang harus menjadi perhatian pemerintah yakni tunjangan jasa pelayanan medik, insentif dokter spesialis, serta tambahan penghasilan berdasarkan beban kerja.
"Kami hanya butuh kejelasan, pemberian tunjangan itu telah diatur dalam Perda yang ditetapkan sejak 2010,"pungkasnya. (T.KR-ACO/M009)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
