
Pemerintah Bangun Bandara Baru di Tanatoraja

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah melalui Departemen Perhubungan tahun 2010 akan membangun bandara baru di Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tanatoraja, Sulawesi Selatan, dengan investasi puluhan miliar rupiah.
Tahun 2009 ini, kata Kepala Dinas Perhubungan Sulsel. HA. Sulham Hasan di Makassar, Senin, baru dibuat master plan (perencanaan) bandara tersebut dengan dana Rp720 juta.
Pembangunan bandara baru ini, sekitar 10 kilometer selatan Kota Makale, Tanatoraja, untuk menggantikan peran Bandara Pongtiku yang usianya sudah tua dan tidak layak lagi didarati pesawat jenis Fokker berpenumpang 80 - 100 orang. Pongtiku selama ini didarati pesawat Dirgantara Airline Service (DAS) berpenumpang 20 orang.
Menurutnya, landasan pacu Pongtiku tidak bisa lagi dikembangkan menjadi dua kilometer dari panjang runway sekarang 1,2 km, karena tidak jauh dari ujung landasan terdapat jurang yang dalam serta sisi kirinya anak sungai sehingga perlu dibangun bandara baru tersebut.
"Tahun depan dibangun landasannya sepanjang 1,5 km dengan dana APBN sebesar Rp9 miliar," ujarnya dan menambahkan, tahun itu juga dibangun fasilitas penunjang bandara tersebut seperti terminal penumpang, jaringan komunikasi dan sarana pendukung lainnya.
Proyek bandara Mengkendek diharapkan rampung sebelum pelaksanaan "Lovely Desember" yang merupakan program pemerintah Provinsi Sulsel dalam menjaring kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke obyek wisata budaya andalan Sulsel ini.
Selama ini, katanya, lebih banyak wisman ke obyek wisata budaya Tanatoraja memanfaatkan transportasi darat yang membutuhkan waktu enam jam dengan jarak tempuh 320 kilometer dari Makassar ke Tanatoraja, sedangkan jika dengan pesawat udara hanya dibutuhkan waktu 45 menit tetapi penumpangnya terbatas 10-12 orang.
Dengan dibangunnya bandara baru tersebut, lanjutnya, kunjungan wisman maupun wisatawan lokal ke Tanatoraja yang memiliki obyek wisata budaya mendunia yakni "rambu Solo" (pemakaman mayat bangsawan) secara adat dan "rambu tuka" (pesta adat naik rumah baru dan sejenisnya) sambil menari ma'badong dan pasilaga tedong (adu kerbau), makin banyak didatangi turis setelah beberapa tahun lalu cukup anjlok.
Kunjungan wisman ke Sulsel tahun 2008 mencapai 31.215 orang atau naik 27,25 persen dari tahun sebelumnya tercatat 24.531 orang. Tahun 2009, pemerintah Sulsel mentargetkan kunjungan wisman sebanyak 37.000 orang.
(T.PSO-099/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
