
Logistik Pemilu di Sulbar Rampung

"Logistik Pemilu telah sampai di masing-masing kabupaten yang ada di Sulbar, baik berupa kotak suara, bilik suara dan sampul," kata Komisioner anggota KPU Sulbar, Nurdin Passokkori di Mamuju, Jumat.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Pengadaan logistik Pemilihan Umum (Pemilu) di Wilayah Provinsi Sulawesi Barat, mendekati rampung hingga 100 persen.
"Logistik Pemilu telah sampai di masing-masing kabupaten yang ada di Sulbar, baik berupa kotak suara, bilik suara dan sampul," kata Komisioner anggota KPU Sulbar, Nurdin Passokkori di Mamuju, Jumat.
Menurutnya, jumlah logistik kotak suara berbahan kardus jumlahnya mencapai 8.000 buah untuk kebutuhan enam kabupaten yang meliputi Kabupaten Mamuju Utara, Mamuju Tengah, Mamuju, Majene, Polman dan Kabupaten Mamasa.
Nurdin menjelaskan, logistik sesuai tahapan Pemilu diharapkan sudah tiba di masing-masing lokasi paling lambat sepekan sebelum pelaksanaan pesta demokrasi digelar.
Dari enam kabupaten yang ada di Sulbar terdapat beberapa kabupaten yang lokasinya cukup sulit dijangkau seperti daerah kepulauan di Mamuju serta beberapa daerah pelosok di kabupaten Mamasa dan Polman.
"Daerah terpencil akan kita distribusi logistik kotak suara berbahan aluminum, sebagai upaya antisipasi untuk meminimalisir hal-hal yang bisa mengganggu tahapan pemilu," ujarnya.
Oleh karena itu kata dia, jajaran KPU yang ada di kabupaten bisa melakukan pemetaan daerah terpencil agar distribusi logistik terlaksana secara maksimal.
"Untuk wilayah perkotaan akan kita tempatkan logistik berbahan kardus dan logistik aluminium akan diprioritaskan pada daerah kepulauan," ungkap Nurdin.
Mantan Ketua KNPI Sulbar menambahkan, penggunaan logistik berbahan kardus berdasarkan hasil keputusan KPU pusat.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Sulawesi Barat, Arifin Nurdin, menolak keras logistik pemilu berbahan karton karena potensi kecurangan akan mudah dilakukan.
"Partai Nasdem Sulbar menolak logistik berbahan Karton dan bahkan kami mengancam tidak ikut pemilu 9 April 2014 jika KPU tidak mengganti logistik," katanya.
Arifin berpendapat, logistik pemilu berbahan Karton rawan terjadi kecurangan pesta demokrasi Pemilu yang akan datang.
"Logistik Pemilu 2009 yang terbuat dari aluminum kami dizalimi apalagi menggunakan logistik berbahan kardus," jelasnya. IK Sutika
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
