Mamuju (ANTARA) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka mengecam adanya aksi teror yang dialami media Tempo di Jakarta beberapa waktu lalu.
"Saya mengecam aksi teror yang dialami media tempo, karena itu menghambat dan mencederai kebebasan pers dan menghambat terciptanya demokrasi yang sehat," kata Suhardi Duka di Mamuju, Senin.
Ia mengatakan pers adalah salah satu pilar demokrasi bangsa yang harus dilindungi hukum di negara ini.
Menurut dia, adanya tindakan yang dialami media Tempo yang menerima kiriman kepala babi dan bangkai tikus yang terpotong, adalah bentuk teror, yang harus dikecam secara bersama seluruh elemen bangsa ini.
"Kebebasan pers tidak boleh dibungkam dengan aksi teror, karena itu sama dengan menahan air hujan turun ke bumi, media saat ini telah menjadi kebutuhan publik, bukan lahir dari sebuah kekuasaan, sehingga kasus yang menimpa Tempo harus diusut tuntas, agar tidak lagi terjadi dan menghambat terciptanya demokrasi yang sehat di negara ini," katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan kebebasan pers di Sulbar harus didukung dan diciptakan, dan dirinya sebagai pemimpin di Sulbar akan terus mendukung dan memperjuangkan tegaknya kebebasan pers.
"Teror terhadap media jangan dilakukan dan tidak akan dibiarkan terjadi di Sulbar, karena kebebasan pers adalah indikator demokrasi yang sehat, dan kunci suksesnya pembangunan di Sulbar," katanya.
Ia berharap pers di Sulbar juga tetap bekerja secara profesional, objektif dan berintegritas untuk mendukung pembangunan Sulbar.
"Pers di Sulbar diminta menjadi mitra pemerintah untuk membangun Sulbar sebagai sebagai daerah yang ramah investasi dan stabil, untuk mendukung kemajuan pembangunan daerah, dan mewujudkan Sulbar sebagai daerah yang maju dan aman," ujarnya.
Gubernur Sulbar juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers dan media di Sulbar yang telah menyajikan pemberitaan tentang Sulbar, sehingga Sulbar berada di peringkat 13 secara nasional sebagai daerah yang melaksanakan pembangunan untuk kemajuan daerah melalui pemberitaan.
"Hal tersebut membuktikan bahwa telah tercipta kolaborasi yang baik antara pers dan pemerintah mensukseskan jalannya pemerintahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan ekonomi daerah," katanya.