Logo Header Antaranews Makassar

Wali Kota Makassar mengajak tokoh agama menjaga harmoni sosial

Rabu, 29 Oktober 2025 19:33 WIB
Image Print
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat membuka Konven Pendeta dan Vikaris Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL) di Makassar, Rabu (29/10/2025). ANTARA/HO-Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengajak seluruh tokoh agama di daerah itu untuk bergandengan tangan dalam menjaga harmoni sosial melalui semangat moderasi beragama.

"Kita berkumpul bersama para pendeta dan vikaris GPIL se-Indonesia, yang merupakan ujung tombak dalam mewujudkan nilai toleransi di Kota Makassar," ujarnya saat membuka Konven Pendeta dan Vikaris Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL).

Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya memperkuat nilai toleransi sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.

Ia pun berkomitmen menciptakan kehidupan sosial yang kondusif dan berkeadilan tanpa memandang perbedaan agama, suku, atau latar belakang.

"Kita tidak ingin ada lagi persoalan hanya karena pembangunan rumah ibadah. Kita tidak mau konflik muncul hanya karena perbedaan pagar antarumat. Tidak boleh ada diskriminasi jabatan dalam pemerintahan yang didasarkan pada perbedaan agama. Itu tidak boleh terjadi di Makassar," katanya.

Munafri menambahkan bahwa seluruh elemen masyarakat Kota Makassar, harus mengambil peran dalam memperkuat solidaritas lintas iman.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya menyampaikan pesan khusus kepada para pendeta, vikaris, dan pimpinan sinode GPIL untuk terus menjadi penyampai pesan kedamaian.

"Karena itu, mari kita menjaga tutur kata agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat memicu konflik," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pekerja Sinode Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL), Pdt Isbon Nosi, menegaskan kembali komitmen GPIL dalam memperkuat pelayanan gerejawi di tengah dinamika perubahan zaman dan kemajemukan umat.

"Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran pak Wali Kota Makassar, bapak Munafri Arifuddin. Selama ini dukungan Pemerintah Kota kepada kami Pendeta dan gereja luar biasa," katanya.

Menurutnya, Konven ini mengingatkan kembali komitmen kita untuk membawa Gereja Protestan Indonesia Luwu menuju arah yang lebih baik.

"Gereja yang memelihara persekutuan di tengah kemajemukan, memiliki semangat pelayanan, dan tetap kokoh berdiri menghadapi arus perubahan zaman," ujar Pdt. Isbon.

Pdt. Isbon turut menggambarkan perkembangan pelayanan GPIL yang terus menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Saat ini GPIL memiliki 119 jemaat dengan jumlah sekitar 20.000 warga gereja yang tersebar di berbagai wilayah.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026