
Telkom upayakan koneksi internet di UN Online

"Kami pastinya akan berupaya keras dan ikut menyukseskan UN online ini...
Makassar (ANTARA Sulsel) - PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) mengupayakan kelancaran konektivitas internet pada saat pelaksanaan ujian nasional dalam jaringan (online) yang digelar tahun ini.
"Kami pastinya akan berupaya keras dan ikut menyukseskan UN online ini. Biar bagaimana, ini adalah upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia kita," ujar General Manajer Wilayah Telekomunikasi (Witel) Sulsel, Nuryadin Salam di Makassar, Kamis.
Nuryadin Salam bersama tim teknis lainnya menerima kunjungan anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat, DPRD Makassar memantau langsung sistem kerja koneksi internet di sekolah-sekolah.
Dalam pertemuan itu, dia mengatakan, perkembangan UN online itu selalu dipantaunya melalui media massa termasuk kekhawatiran para kepala sekolah akan fasilitas listrik dan internet.
"Kami tak menjamin jaringan internet 100 persen lancar ketika UN Online 13 April mendatang di Makassar, tetapi kami akan berusaha keras agar tidak ada keluhan di hari itu," katanya.
Ketua Komisi D DPRD Makassar Mudzakkir Ali Djamil menyatakan, ujian nasional secara online ini sudah ditetapkan oleh pemerintah dan semua penyelenggara sekolah memang sudah harus mempersiapkannya.
"Sejak awal wacana ini digulirkan, kita sudah panggil semua kepala sekolah untuk rapat dengar pendapat. Intinya, semua kepala sekolah itu siap melaksanakannya, hanya saja fasilitasnya harus diperhatikan," ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan di Makassar mengkhawatirkan jaringan internet dan listrik jika pelaksanaan ujian nasional dalam jaringan (online) digelar tahun ini.
"Kami sejak awal ketika dipanggil dewan untuk rapat dengar pendapat sudah menjelaskan kondisi yang dialami sekolah kami dengan sekolah-sekolah lainnya. Mulai dari kekurangan sarana dan infrastruktur sampai pada langkah antisipasinya," ujar Kepala SMK Negeri 3 Makassar, Suriani Bando.
Dia mengatakan, meskpiun sarana pendukung seperti komputer bisa ditaktisi dengan komputer jinjing dari para siswa, namun dirinya tidak bisa menjamin jaringan listrik dan internet.
Untuk kedua hal itu, masih sering menjadi sorotan oleh masyarakat mulai dari lambatnya koneksi internet hingga pada seringnya terjadi pemadaman listrik.
"Kita khawatirkan, ketidakstabilan keduanya mempengaruhi jalannya ujian yang dimulai pada 13 April mendatang. UN dengan sistem online bertumpu pada akses internet. Sebab, soal-soal dan jawaban disalurkan lewat dunia maya. Bagaimana kalau tiba-tiba mati lampu," katanya.
Suriani menyatakan bahwa secara umum sekolahnya telah siap untuk menyelenggarakan ujian online. Perangkat komputer telah disiapkan beserta sambungan internet. Adapun siswa calon peserta, telah diberi bimbingan dan pelatihan khusus untuk itu.
"Bahkan, kami telah mengujicoba sistem online pada ujian sekolah," ujarnya. FC Kuen
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
