Logo Header Antaranews Makassar

Pemkot Makassar bagikan KIS 86. 558 ribu

Rabu, 23 Maret 2016 20:15 WIB
Image Print
Warga menunggu giliran untuk mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) saat pembagian 5.000 kartu di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (23/3). (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)
"Tentunya ini tidak akan terjadi tumpang tindih. Smart Card Makassar dengan KIS akan terintegrasi, hanya saja kartu KIS adalah bagian dari BPJS," paparnya kepada wartawan.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kota Makassar membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) secara perdana kepada 5000 orang dari jumlah yang sudah tercetak sebanyak 86.558 ribu kartu.

"Kita akan memulai pembagian perdana untuk keluarga miskin sebanyak lima ribu, selanjutnya akan dibagikan di 14 kecamatan," kata Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu.

Dalam keterangannya kepada wartawan usai penyerahan KIS, ia mengatakan distribusi akan segera dilakukan kepada masyarakat yang sudah terdaftar dan terdata di BPJS Kesehatan.

Mengenai dengan keterkaitan dengan program `Smart Card` atau kartu pintar yang digagasnya, kata dia, akan terintegrasi dengan KIS, mengingat peserta yang mendapatkan KIS sudah memiliki KTP elektronik.

"Tentunya ini tidak akan terjadi tumpang tindih. Smart Card Makassar dengan KIS akan terintegrasi, hanya saja kartu KIS adalah bagian dari BPJS," paparnya kepada wartawan.

Dirinya juga menyebut saat ini sudah ada kurang lebih 40 ribu Smart Card yang sudah dicetak dari target hingga alhir tahun sebanyak satu juta kartu.

"Tidak menjadi masalah antara Smart Card dengan KIS. Kalau Smart Card datanya sudah kompleks ada NPWP, riwayat kesehatan, nomor identitas KTP dan sejumlah fasilitas lainnya, "jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Yunus Said menyebutkan jumlah total KIS untuk anggaran APBD sebanyak 174 ribu kartu dan yang dicetak 86.558 ribu.

"Kemungkinan data penerima KIS akan bertambah karena masih ada masyarakat yang belum terdata," katanya.

Dirinya juga meminta agar masyarakat melaporkan bilamana ada yang tidak berhak mendapatkan KIS untuk segera memberikan komplain untuk segera ditindaklanjuti.

"Kita menerima komplain kalau ada masalah tentang KIS atau tidak dapat kartu, segera dilaporkan termasuk penerima yang tidak berhak. Ini juga sebagai bentuk loket kemiskinan," tegasnya.

Salah satu warga asal Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Asmawati yang tidak mendapatkan KIS mengeluhkan panitia tidak meratnya pembagian, padahal diundangan akan mendapat kartu tersebut

"Saya jauh kemari tapi tidak dpat kartu, padahak dijanjikan dan tertera di undangan, tentu saja kita kesal karena sudah panas-panasan dan lama menunggu. Katanya nanti dibagikan di kelurahan," keluhnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026