Gubernur adopsi program "call center 119"
Kamis, 13 September 2018 16:18 WIB
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah (FOTO/dok Antatanews Sulsel)
Makassar (Antaranews Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengadopsi Program "Call Center 119" yang merupakan layanan telepon pada kasus-kasus kegawatdaruratan di Kabupaten Bantaeng untuk diterapkan di tingkat provinsi.
"Langkah awal, dua unit armada pemadam kebakaran (damkar) dari Kabupaten Bantaeng sudah didatangkan," kata Nurdin yang juga mantan Bupati Bantaeng dua periode itu di Makassar, Kamis.
Saat ini, kendaraan yang memiliki tangga pemadam setinggi 50 dan 70 meter tersebut telah ditempatkan di rumah jabatan Gubernur Sulsel.?
"Kalau di Bantaeng hanya RSUD yang memiliki lantai tinggi, kalau di Makassar ini sangat banyak gedung tinggi," ujarnya.
Ia mengatakan dalam waktu dekat akan ada tambahan 45 ambulans dan damkar yang merupakan hibah Pemerintah Jepang yang tiba di Sulsel.
"Armada ini akan dibagikan ke kabupaten-kota se-Sulsel," katanya.
Untuk operasional, kata dia, pemprov akan memberikan pelatihan kepada pegawai pemprov dari Satpol PP, ?Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Kesehatan.
"Kita akan buat markas baru, ada ambulans dan damkar, kalau orangnya, kita ambil dari pemprov nanti petugas dari Bantaeng yang latih mereka," kata dia.
Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menambahkan selain ambulans di darat, pihaknya juga akan menyiapkan ambulans terapung.
"Ambulans terapung akan kita siapkan untuk menjangkau masyarakat di daerah kepulauan," ujar dia.
"Langkah awal, dua unit armada pemadam kebakaran (damkar) dari Kabupaten Bantaeng sudah didatangkan," kata Nurdin yang juga mantan Bupati Bantaeng dua periode itu di Makassar, Kamis.
Saat ini, kendaraan yang memiliki tangga pemadam setinggi 50 dan 70 meter tersebut telah ditempatkan di rumah jabatan Gubernur Sulsel.?
"Kalau di Bantaeng hanya RSUD yang memiliki lantai tinggi, kalau di Makassar ini sangat banyak gedung tinggi," ujarnya.
Ia mengatakan dalam waktu dekat akan ada tambahan 45 ambulans dan damkar yang merupakan hibah Pemerintah Jepang yang tiba di Sulsel.
"Armada ini akan dibagikan ke kabupaten-kota se-Sulsel," katanya.
Untuk operasional, kata dia, pemprov akan memberikan pelatihan kepada pegawai pemprov dari Satpol PP, ?Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Kesehatan.
"Kita akan buat markas baru, ada ambulans dan damkar, kalau orangnya, kita ambil dari pemprov nanti petugas dari Bantaeng yang latih mereka," kata dia.
Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menambahkan selain ambulans di darat, pihaknya juga akan menyiapkan ambulans terapung.
"Ambulans terapung akan kita siapkan untuk menjangkau masyarakat di daerah kepulauan," ujar dia.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK memeriksa enam saksi untuk mendalami proses audit keuangan oleh BPK Sulsel
24 July 2022 10:00 WIB, 2022
KPK amankan dokumen laporan keuangan saat geledah kantor Dinas PUTR dan BPK Sulsel
22 July 2022 18:11 WIB, 2022
KPK sidik kasus dugaan suap terkait Laporan Keuangan Pemprov Sulsel TA 2020
22 July 2022 13:22 WIB, 2022
DPRD umumkan pengangkatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel defenitif
24 January 2022 19:14 WIB, 2022
Nurdin Abdullah tak ajukan banding terhadap putusan vonis PN Tipikor Makassar
06 December 2021 20:42 WIB, 2021
Pakar sebut Parpol kesulitan tentukan kandidat wakil gubernur Sulsel
02 December 2021 20:03 WIB, 2021