Disdik Makassar bangun 10 SMP baru selama empat bulan
Minggu, 23 Juni 2019 16:14 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Abdul Rahman Bando (batik) saat berfoto bersama masyarakat usai dialog PPDB 2019 dengan sistem zonasi di Makassar, Minggu, (23/6/2019). (ANTARA FOTO/Muh Hasanuddin)
Makassar (ANTARA) - Dinas Pendidikan Makassar telah membuat 10 sekolah baru untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama empat bulan demi mendukung penuh program zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.
"Selama empat bulan saya ditunjuk menjadi kepala dinas pendidikan ada 10 SMP baru kita buat dan itu untuk mendukung program zonasi PPDB kita," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Abdul Rahman Bando di Makassar, Sabtu.
Ia mengatakan 10 sekolah baru yang di buat setelah mempertimbangkan rasio penduduk dengan jumlah sekolah khususnya SMP.
Rahman menyatakan 10 sekolah baru itu tidak mengeluarkan biaya yang besar karena hanya mengubah status bangunan saja dari sekolah dasar (SD) menjadi SMP.
"Kalau untuk membuat dan membangun sekolah baru dari nol itu butuh biaya besar. Yang kami lakukan hanya mengubah status sekolah saja dari SD menjadi SMP," katanya.
Dia menyebutkan minimnya lahan kosong yang ada di Makassar serta mahalnya harga jual tanah membuat dirinya berfikir ulang untuk membangun sekolah baru.
Adapun 10 SMP baru tersebut, yakni SMPN 46 Makassar di Jalan Gunung Latimojong, SMPN 47 Makassar (Jalan Maccini Sawah), SMPN 48 Makassar (Jalan Hertasning Blok E 4/1), SMPN 49 Makassar (Jalan Syekh Yusuf).
SMP Negeri 50 Makassar (Jalan Muhammadiyah), SMPN 51 Makassar (Jalan Tamangapa V), SMPN 52 Makassar (Jalan Urip Sumiharjo), SMPN 53 Makassar (Jalan Samiun), (SMPN 54 Makassar) Jalan Saharaeng Daeng Sese (SMPN 55 Makassar (Jalan A. Paturungi).*
"Selama empat bulan saya ditunjuk menjadi kepala dinas pendidikan ada 10 SMP baru kita buat dan itu untuk mendukung program zonasi PPDB kita," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Abdul Rahman Bando di Makassar, Sabtu.
Ia mengatakan 10 sekolah baru yang di buat setelah mempertimbangkan rasio penduduk dengan jumlah sekolah khususnya SMP.
Rahman menyatakan 10 sekolah baru itu tidak mengeluarkan biaya yang besar karena hanya mengubah status bangunan saja dari sekolah dasar (SD) menjadi SMP.
"Kalau untuk membuat dan membangun sekolah baru dari nol itu butuh biaya besar. Yang kami lakukan hanya mengubah status sekolah saja dari SD menjadi SMP," katanya.
Dia menyebutkan minimnya lahan kosong yang ada di Makassar serta mahalnya harga jual tanah membuat dirinya berfikir ulang untuk membangun sekolah baru.
Adapun 10 SMP baru tersebut, yakni SMPN 46 Makassar di Jalan Gunung Latimojong, SMPN 47 Makassar (Jalan Maccini Sawah), SMPN 48 Makassar (Jalan Hertasning Blok E 4/1), SMPN 49 Makassar (Jalan Syekh Yusuf).
SMP Negeri 50 Makassar (Jalan Muhammadiyah), SMPN 51 Makassar (Jalan Tamangapa V), SMPN 52 Makassar (Jalan Urip Sumiharjo), SMPN 53 Makassar (Jalan Samiun), (SMPN 54 Makassar) Jalan Saharaeng Daeng Sese (SMPN 55 Makassar (Jalan A. Paturungi).*
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
19 lapak PKL ditertibkan setelah 20 tahun berjualan di trotoar jalan Sultan Alauddin Makassar
29 January 2026 4:34 WIB
Kemendiktisaintek tetapkan UMI Makassar jadi pengelola KNB Scholarship 2026
29 January 2026 4:24 WIB
Munafri perkuat mobilitas perkotaan inklusif melalui Forum Indonesia on the Move
28 January 2026 17:13 WIB
Pemkot Makassar dan Balai Cipta Karya bahas hibah alat deteksi air JICA Jepang
28 January 2026 5:19 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Konsorsium Internasional Pendidikan Tanggap Bencana libatkan Universitas Hasanuddin
15 January 2020 10:48 WIB, 2020
Dirjen Pendis : Mutu pendidikan Indonesia diharapkan keluar dari peringkat 72
17 December 2019 5:06 WIB, 2019