10.000 lebih calon mahasiswa baru bersaing masuk UMI
Senin, 15 Juli 2019 14:06 WIB
Rektor UMI Prof Dr H Basri Modding memberikan keterangan pers terkait penerimaan mahasiswa baru di Makassar, Senin, (15/7/2019). (ANTARA/Abd Kadir)
Makassar (ANTARA) - Sebanyak 10.168 calon mahasiswa bersaing memperebutkan sekitar 5.000 kuota yang disediakan pihak Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan.
Rektor UMI Prof Dr H Basri Modding di Makassar, Senin, mengatakan puluhan ribu pendaftar itu berasal dari dua jalur penerimaan yakni Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan ujian biasa.
"Untuk jalur UTBK yang merupakan pertama kalinya diberlakukan perguruan tinggi swasta itu berjumlah sebanyak 47 persen. Adapun untuk jalur biasa sebanyak 53 persen dari total pendaftar," ujarnya.
Ia menjelaskan, dari seluruh pendaftar yang paling diminati atau banyak peminat yakni Fakultas Kesehatan, selanjutnya Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Farmasi, FTI, Fakultas Sastra, Ilmu Komputer, FKM, Fakultas Pertanian dan Fakultas Perikanan.
Khusus untuk penerimaan jalur UTBK, kata dia, direncanakan untuk tahun depan akan sama seperti pelaksanaan UTBK yang dilakukan perguruan tinggi negeri (PTN).
"Insya Allah tahun depan kita akan bekerja sama dengan LTMPT yang dibentuk Kemenristekdikti. Jadi untuk tesnya akan sama dengan PTN," ujarnya.
Menurut dia, meski kuota yang disiapkan jauh dibandingkan jumlah pendaftar yang ingin masuk ke UMI, namun pihak kampus tetap membuka pendaftaran gelombang kedua untuk mengakomodasi permintaan orang tua calon mahasiswa yang ingin masuk ke kampus tersebut.
"Kami menerima telepon dari para alumni yang juga orang tua calon mahasiswa dari Palopo dan Bone, mereka diminta diberi kesempatan. meski demikian, kami pastikan akan tetap selektif dan ketat," ujarnya.*
Rektor UMI Prof Dr H Basri Modding di Makassar, Senin, mengatakan puluhan ribu pendaftar itu berasal dari dua jalur penerimaan yakni Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan ujian biasa.
"Untuk jalur UTBK yang merupakan pertama kalinya diberlakukan perguruan tinggi swasta itu berjumlah sebanyak 47 persen. Adapun untuk jalur biasa sebanyak 53 persen dari total pendaftar," ujarnya.
Ia menjelaskan, dari seluruh pendaftar yang paling diminati atau banyak peminat yakni Fakultas Kesehatan, selanjutnya Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Farmasi, FTI, Fakultas Sastra, Ilmu Komputer, FKM, Fakultas Pertanian dan Fakultas Perikanan.
Khusus untuk penerimaan jalur UTBK, kata dia, direncanakan untuk tahun depan akan sama seperti pelaksanaan UTBK yang dilakukan perguruan tinggi negeri (PTN).
"Insya Allah tahun depan kita akan bekerja sama dengan LTMPT yang dibentuk Kemenristekdikti. Jadi untuk tesnya akan sama dengan PTN," ujarnya.
Menurut dia, meski kuota yang disiapkan jauh dibandingkan jumlah pendaftar yang ingin masuk ke UMI, namun pihak kampus tetap membuka pendaftaran gelombang kedua untuk mengakomodasi permintaan orang tua calon mahasiswa yang ingin masuk ke kampus tersebut.
"Kami menerima telepon dari para alumni yang juga orang tua calon mahasiswa dari Palopo dan Bone, mereka diminta diberi kesempatan. meski demikian, kami pastikan akan tetap selektif dan ketat," ujarnya.*
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Majelis Hukama Muslimin jelaskan konsep kewarganegaraan di Piagam Persaudaraan
24 September 2023 0:09 WIB, 2023
PPA Makassar membangun kordinasi penanganan kekerasan perempuan dan anak
29 July 2023 0:43 WIB, 2023
Kapendam Diponegoro : Kopda Muslimin meninggal dunia akibat keracunan sianida
01 September 2022 9:43 WIB, 2022
Istri tentara korban penembakan yang diotaki suaminya masih dirawat di ruang ICU
28 July 2022 19:46 WIB, 2022
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Konsorsium Internasional Pendidikan Tanggap Bencana libatkan Universitas Hasanuddin
15 January 2020 10:48 WIB, 2020
Dirjen Pendis : Mutu pendidikan Indonesia diharapkan keluar dari peringkat 72
17 December 2019 5:06 WIB, 2019