DP3A Makassar galakkan edukasi hak anak
Selasa, 23 Juli 2019 19:56 WIB
Kepala DP3A Makassar Tenri A Palallo. ANTARA FOTO/Muh Hasanuddin
Makassar (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar terus melakukan upaya peningkatan hak anak melalui edukasi kepada masyarakat.
"Edukasi-edukasi harus terus kita galakkan kepada masyarakat karena ini penting agar tingkat kekerasan terhadap tidak lagi terjadi di masa mendatang," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar Tenri A Palallo di Makassar, Selasa.
Gerakan edukasi yang dilakukannya itu ditandai dengan adanya kegiatan pendalaman konvensi hak anak sebagai tenaga pendidik dan kependudukan.
Dia mengatakan 5.000 anak yang menghadiri puncak Hari Anak Nasional (HAN) 2019 di Makassar terdiri dari 4.000 anak-anak dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Sebanyak 500 orang pengisi acara dan 500 lainnya merupakan perwakilan dari setiap kabupaten se Indonesia yang telah mengikuti Forum Anak Nasional (FAN) 2019 di Hotel Sheraton sejak 19-22 Juli.
Kegiatan itu juga melahirkan beberapa butir suara Anak Indonesia yang akan menjadi landasan perumusan maupun perubahan peraturan berkenaan dengan pemenuhan hak-hak anak Indonesia.
Menurut Tenri, tujuan kegiatan itu guna memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya konvensi hak anak yang terdiri dari tumbuh kembang anak, hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak hak bermain dan mengeluarkan pendapat.
"Anak harus punya hak untuk mendapatkan perlindungan hukum. Jika anak yang bermasalah yang ditangani oleh P2TP2A akan diberikan keterampilan," katanya.
Selain acara puncak yang mengangkat tema "Peran Keluarga dalam Pelindungan Anak" dan slogan "Kita Anak Indonesia, Kita Gembira", peringatan Hari Anak Nasional 2019 juga menyelenggarakan penganugerahan penghargaan untuk Kabupaten/Kota Layak Anak.
"Edukasi-edukasi harus terus kita galakkan kepada masyarakat karena ini penting agar tingkat kekerasan terhadap tidak lagi terjadi di masa mendatang," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar Tenri A Palallo di Makassar, Selasa.
Gerakan edukasi yang dilakukannya itu ditandai dengan adanya kegiatan pendalaman konvensi hak anak sebagai tenaga pendidik dan kependudukan.
Dia mengatakan 5.000 anak yang menghadiri puncak Hari Anak Nasional (HAN) 2019 di Makassar terdiri dari 4.000 anak-anak dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Sebanyak 500 orang pengisi acara dan 500 lainnya merupakan perwakilan dari setiap kabupaten se Indonesia yang telah mengikuti Forum Anak Nasional (FAN) 2019 di Hotel Sheraton sejak 19-22 Juli.
Kegiatan itu juga melahirkan beberapa butir suara Anak Indonesia yang akan menjadi landasan perumusan maupun perubahan peraturan berkenaan dengan pemenuhan hak-hak anak Indonesia.
Menurut Tenri, tujuan kegiatan itu guna memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya konvensi hak anak yang terdiri dari tumbuh kembang anak, hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak hak bermain dan mengeluarkan pendapat.
"Anak harus punya hak untuk mendapatkan perlindungan hukum. Jika anak yang bermasalah yang ditangani oleh P2TP2A akan diberikan keterampilan," katanya.
Selain acara puncak yang mengangkat tema "Peran Keluarga dalam Pelindungan Anak" dan slogan "Kita Anak Indonesia, Kita Gembira", peringatan Hari Anak Nasional 2019 juga menyelenggarakan penganugerahan penghargaan untuk Kabupaten/Kota Layak Anak.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
19 lapak PKL ditertibkan setelah 20 tahun berjualan di trotoar jalan Sultan Alauddin Makassar
29 January 2026 4:34 WIB
Kemendiktisaintek tetapkan UMI Makassar jadi pengelola KNB Scholarship 2026
29 January 2026 4:24 WIB
Munafri perkuat mobilitas perkotaan inklusif melalui Forum Indonesia on the Move
28 January 2026 17:13 WIB
Pemkot Makassar dan Balai Cipta Karya bahas hibah alat deteksi air JICA Jepang
28 January 2026 5:19 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Konsorsium Internasional Pendidikan Tanggap Bencana libatkan Universitas Hasanuddin
15 January 2020 10:48 WIB, 2020
Dirjen Pendis : Mutu pendidikan Indonesia diharapkan keluar dari peringkat 72
17 December 2019 5:06 WIB, 2019