Kasdam XIV/Hasanuddin lepas 423 personel untuk pasukan PBB di Libanon
Selasa, 24 September 2019 14:51 WIB
Suasana pemberangkatan 423 personel dari Kodam XIV/Hasanuddin ke Libanon untuk menjadi pasukan perdamaian PBB di Pelabuhan Makassar, Selasa (24/9/2019). ANTARA/Suriani Mappong
Makassar (ANTARA) - Kasdam XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Budi Sulistijono melepas 423 personel asal Kodam XIV/HSN ke Jakarta untuk menjadi pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.
"Pada hari ini di Pelabuhan Makassar saya berangkatkan 423 personel yang akan bergabung dengan pasukan lainnya di Jakarta," kata Budi di sela pelepasan pasukan PBB di Pelabuhan Makassar, Selasa.
Dia mengatakan, satuan tugas Yonif 726/Tamalatea asal Kodam XIV/Hsn tersebut sebelum diberangkatkan, terlebih dahulu bergabung dengan satgas lainnya dan akan dilatih selama sebulan di Bogor sebelum diberangkatkan ke Lebanon.
Menurut dia, satuan yang mendapatkan tugas ke luar negeri ini, tidak sembarang satuan karena yang terpilih saja dari sekian satuan di TNI Angkatan Darat.
"Mereka adalah yang berprestasi dalam melaksanakan operasi dalam negeri dan mampu menjaga nama baik satuan, sehingga diusulkan menjadi pasukan perdamaian PBB," katanya.
Lebih jauh dijelaskan, pasukan yang dikirim tentu dengan keahlian yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan lapangan, termasuk penguasaan bahasa asing yakni Bahasa Inggris.
Dia mengatakan, prajurit yang terpilih ini akan menjadikan tugas ini sebagai suatu kebanggaan dalam mengembang tugas negara sebagai pasukan perdamaian PBB.
Prajurit itu, sebelum ditetapkan sebagai pasukan PBB harus melalui sejumlah tes seperti bahasa asing, tes psikotes dan kesehatan fisik dan mental.
Sebelum 423 personel diberangkatkan dengan KM Dorolonda menuju Jakarta, para keluarga prajurit turut melepas personel TNI itu dengan penuh haru dan suka cita. Bahkan yang memiliki anak balita, memeluk dan mencium anaknya sebelum naik ke tangga kapal. Suasana pengiriman pasukan PBB sebanyak 423 personel dari Kodam XIV/Hasanuddin di Pelabuhan Makassar, Selasa (24/09/2019). (ANTARA Foto/Suriani Mappong)
"Pada hari ini di Pelabuhan Makassar saya berangkatkan 423 personel yang akan bergabung dengan pasukan lainnya di Jakarta," kata Budi di sela pelepasan pasukan PBB di Pelabuhan Makassar, Selasa.
Dia mengatakan, satuan tugas Yonif 726/Tamalatea asal Kodam XIV/Hsn tersebut sebelum diberangkatkan, terlebih dahulu bergabung dengan satgas lainnya dan akan dilatih selama sebulan di Bogor sebelum diberangkatkan ke Lebanon.
Menurut dia, satuan yang mendapatkan tugas ke luar negeri ini, tidak sembarang satuan karena yang terpilih saja dari sekian satuan di TNI Angkatan Darat.
"Mereka adalah yang berprestasi dalam melaksanakan operasi dalam negeri dan mampu menjaga nama baik satuan, sehingga diusulkan menjadi pasukan perdamaian PBB," katanya.
Lebih jauh dijelaskan, pasukan yang dikirim tentu dengan keahlian yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan lapangan, termasuk penguasaan bahasa asing yakni Bahasa Inggris.
Dia mengatakan, prajurit yang terpilih ini akan menjadikan tugas ini sebagai suatu kebanggaan dalam mengembang tugas negara sebagai pasukan perdamaian PBB.
Prajurit itu, sebelum ditetapkan sebagai pasukan PBB harus melalui sejumlah tes seperti bahasa asing, tes psikotes dan kesehatan fisik dan mental.
Sebelum 423 personel diberangkatkan dengan KM Dorolonda menuju Jakarta, para keluarga prajurit turut melepas personel TNI itu dengan penuh haru dan suka cita. Bahkan yang memiliki anak balita, memeluk dan mencium anaknya sebelum naik ke tangga kapal. Suasana pengiriman pasukan PBB sebanyak 423 personel dari Kodam XIV/Hasanuddin di Pelabuhan Makassar, Selasa (24/09/2019). (ANTARA Foto/Suriani Mappong)
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bentrok bersenjata perbatasan Kamboja-Thailand paksa lebih banyak sekolah ditutup
16 December 2025 10:46 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Seorang notaris akan diperiksa polisi, Kemenkum Sulbar minta notaris jaga integritas profesi
12 February 2026 18:40 WIB
KSAD tunggu perintah Mabes TNI terkait penembakan pesawat Smart Air di Karowai Papua
12 February 2026 13:38 WIB