Makassar (ANTARA News) - Nilai investasi di Kota Makassar terus bergerak naik dari Rp11 triliun periode 2008 menjadi Rp20 triliun pada 2009.

"Prospek investasi di Kota Makassar cukup baik, terbukti dalam dua tahun terakhir nilai investasi di Sulsel terus bergerak naik," kata Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar Ridha Rasyid di Makassar, Minggu.

Dia mengatakan, untuk periode 2010 diprediksi nilai investasi di kota berjulukan "Anging Mammiri" ini masih akan naik dibanding tahun sebelumnya. Terbukti pada triwulan pertama 2010, sudah ada investasi sekitar Rp3 triliun.

Mengenai sektor usaha yang memberikan nilai investasi yang cukup besar di Makassar, ia mengatakan, umumnya sektor usaha retail, perhotelan dan perumahan.

"Ketiga hal tersebut diminati investor asing maupun dalam negeri untuk menanamkan sahamnya, karena melihat perkembangan Kota Makassar sebagai kota metropolitan," ujarnya.

Hal itu diakui Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Makassar Amirullah.

Menurut dia, ketiga bidang itu memiliki prospek yang cerah berkaitan dengan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Kota Makassar.

"Hanya saja, belakangan ini harus diperhadapkan dengan keterbatasan infrastruktur pendukung seperti sarana listrik, karena di daerah ini masih krisis daya listrik," katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, ia mengatakan, pihak PLN Wilayah Sulsel, Sulbar dan Sultra (Sultanbatara) yang menjadi operator penerangan, harus berusaha mendukung program pemerintah setempat dalam meningkatkan nilai investasi.

Di sisi lain, pihak PLN Sultanbatara harus membuka diri terhadap investor atau pengusaha yang bersedia membantu memproduksi tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik di Makassar dan sekitarnya.     

Saat ini baru ada satu perusahaan yakni PT Makassar Te'ne yang memberikan surplus daya yang dimilikinya sebesar tiga Mega Watt (MW) pada PLN Sultanbatara. Dengan jumlah daya itu, mampu memenuhi kebutuhan sekitar 3.000 pelanggan. (T.S036/F003)