Sha Ine Febriyanti mengidolakan sosok Cut Nyak Dien
Sabtu, 9 November 2019 19:23 WIB
Sha Ine Febriyanti ditemui dalam jumpa pers pementasan "Panembahan Reso" di Jakarta, Selasa (5/11/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)
Jakarta (ANTARA) - Aktris Sha Ine Febriyanti mengaku mengidolakan sosok Cut Nyak Dien, menurutnya sebagai perempuan pahlawan asal Aceh itu begitu kuat.
"Aku sih suka Cut Nyak Dien, aneh Cut Nyak Dien itu. Berjuang kekeuh sampai meninggal di pengasingan dan menolak tunduk (Belanda) dan jiwa penolakannya itu kuat sekali," kata Ine belum lama di Jakarta.
Sebagai pemain teater, Ine bersyukur karena selalu diberi kesempatan untuk memerankan sosok idolanya bahkan dia telah memainkannya sebanyak 20 kali.
"Kebetulan aku bawain naskah Cut Nyak Dien udah 20 kali. Jadi tahun lalu saya bawain Cut Nyak Dien di 10 kota jadi bawain spiritnya. Pahlawan itu kan spiritnya yang bisa kita rasakan," ujar Ine.
Menurut pemain film "Bumi Manusia" itu, kisah-kisah kepahlawan yang pernah diajarkan di sekolah membawa spirit tersendiri bagi setiap orang dan Ine sangat menyukai cerita pahlawan terdahulu.
"Sama Diponegoro luar biasa, Sultan Hasanuddin saya juga suka. Ya cerita-cerita pahlawan selalu punya sisi heroik yang bisa ditularkan ke kita," jelasnya.
Ine berharap pada saat Hari Pahlawan tidak hanya sekadar menjadi sebuah peringatan semata, namun ada makna yang lebih dalam khususnya dalam meneruskan semangat perjuangan.
"Hari Pahlawan Nasional memang harus selalu diperingati. Dengan kita memperingati Hari Pahlawan ya mudah-mudahan enggak cuma seremonial aja tapi kita juga mengenal essence apa yang mereka perjuangkan," kata Ine.
"Sekarang sih mungkin semua orang bisa jadi pahlawan untuk keluarganya, dirinya, cita-citanya pahlawan itu yang kita kenal mungkin yang berjuang di era kemerdekaan, tapi sekarang ibu yang berjuang untuk anaknya, ayah yang mencari nafkah untuk keluarganya juga pahlawan sejati jadi setiap orang bisa jadi pahlawan," lanjutnya.
"Aku sih suka Cut Nyak Dien, aneh Cut Nyak Dien itu. Berjuang kekeuh sampai meninggal di pengasingan dan menolak tunduk (Belanda) dan jiwa penolakannya itu kuat sekali," kata Ine belum lama di Jakarta.
Sebagai pemain teater, Ine bersyukur karena selalu diberi kesempatan untuk memerankan sosok idolanya bahkan dia telah memainkannya sebanyak 20 kali.
"Kebetulan aku bawain naskah Cut Nyak Dien udah 20 kali. Jadi tahun lalu saya bawain Cut Nyak Dien di 10 kota jadi bawain spiritnya. Pahlawan itu kan spiritnya yang bisa kita rasakan," ujar Ine.
Menurut pemain film "Bumi Manusia" itu, kisah-kisah kepahlawan yang pernah diajarkan di sekolah membawa spirit tersendiri bagi setiap orang dan Ine sangat menyukai cerita pahlawan terdahulu.
"Sama Diponegoro luar biasa, Sultan Hasanuddin saya juga suka. Ya cerita-cerita pahlawan selalu punya sisi heroik yang bisa ditularkan ke kita," jelasnya.
Ine berharap pada saat Hari Pahlawan tidak hanya sekadar menjadi sebuah peringatan semata, namun ada makna yang lebih dalam khususnya dalam meneruskan semangat perjuangan.
"Hari Pahlawan Nasional memang harus selalu diperingati. Dengan kita memperingati Hari Pahlawan ya mudah-mudahan enggak cuma seremonial aja tapi kita juga mengenal essence apa yang mereka perjuangkan," kata Ine.
"Sekarang sih mungkin semua orang bisa jadi pahlawan untuk keluarganya, dirinya, cita-citanya pahlawan itu yang kita kenal mungkin yang berjuang di era kemerdekaan, tapi sekarang ibu yang berjuang untuk anaknya, ayah yang mencari nafkah untuk keluarganya juga pahlawan sejati jadi setiap orang bisa jadi pahlawan," lanjutnya.
Pewarta : Maria Cicilia
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Aktor Sha Ine Febriyanti riset tiga bulan untuk peran di film "Budi Pekerti"
05 September 2023 5:12 WIB, 2023
Terpopuler - Seni Budaya
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019
Budaya "Appalili" Kabupaten Gowa terus dipertahankan tingkatkan hasil pertanian
05 December 2019 11:44 WIB, 2019