Presiden Jokowi: Jangan grogi digugat negara lain
Kamis, 12 Desember 2019 11:34 WIB
Presiden Jokowi setelah meresmikan ekspor perdana Isuzu Traga di Karawang, Kamis (12/12/2019) (Hanni Sofia)
Karawang (ANTARA) - Presiden Joko Widodo mengatakan sepanjang untuk kepentingan nasional maka jangan pernah grogi, gagap, ataupun takut saat digugat atau diprotes negara lain.
“Untuk kepentingan nasional kita, apapun yang diprotes negara lain akan kita hadapi. Enggak perlu ragu. Digugat Eropa, ya hadapi, siapkan lawyer terbaik sehingga bisa memenangkan gugatan itu. Jangan digugat kita keok karena tak serius, hadirkan lawyer yang terbaik yang kita punya,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan sambutan dalam acara ekspor perdana Isuzu Traga 2019 di Pabrik Isuzu Karawang, Kamis,
Menurut dia, diprotes sebuah negara merupakan hal yang biasa dalam hidup dan bernegara pun sama.
“Digugat ya hadapi. Terpenting jangan berbelok. Baru digugat saja mundur. Kalau saya enggak. Digugat tambah semangat. Tapi ya jangan kalah,” katanya.
Pernyataan itu disampaikan terkait kondisi ekspor Indonesia yang menurut Presiden sudah bertahun-tahun sangat tergantung pada komoditas tertentu.
Ia mencontohkan, sawit yang diekspor CPO-nya, batubara diekspor mentah, dan nikel diekspor raw material.
Hal itu, menjadikan Indonesia tidak mendapatkan nilai tambah apapun dari ekspornya.
“Kalau otomotif sudah, kita akan mengarahkan ke komoditas lain supaya ekspornya dalam bentuk setengah jadi, dan syukur-syukur ekspornya barang jadi. Inilah hilirisasi, industrialisasi dari barang mentah yang dimiliki. Nikel sudah dimulai, industrialisasi, kita setop ekspor barang mentah nikel,” katanya.
Jadi misalnya pun digugat ke WTO, Presiden mengaku tak gentar untuk menghadapi.
“Kalau sudah digugat enggak apa-apa, jangan pula ketika digugat terus grogi, enggak. Kita hadapi, karena memang kita ingin bahan mentah ini ada added valuenya. Kenapa? Karena kalau ada industri yang terjadi, lapangan pekerjaan akan terbuka luas. Larinya ke situ. Bukan ke mana-mana,” katanya.
“Untuk kepentingan nasional kita, apapun yang diprotes negara lain akan kita hadapi. Enggak perlu ragu. Digugat Eropa, ya hadapi, siapkan lawyer terbaik sehingga bisa memenangkan gugatan itu. Jangan digugat kita keok karena tak serius, hadirkan lawyer yang terbaik yang kita punya,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan sambutan dalam acara ekspor perdana Isuzu Traga 2019 di Pabrik Isuzu Karawang, Kamis,
Menurut dia, diprotes sebuah negara merupakan hal yang biasa dalam hidup dan bernegara pun sama.
“Digugat ya hadapi. Terpenting jangan berbelok. Baru digugat saja mundur. Kalau saya enggak. Digugat tambah semangat. Tapi ya jangan kalah,” katanya.
Pernyataan itu disampaikan terkait kondisi ekspor Indonesia yang menurut Presiden sudah bertahun-tahun sangat tergantung pada komoditas tertentu.
Ia mencontohkan, sawit yang diekspor CPO-nya, batubara diekspor mentah, dan nikel diekspor raw material.
Hal itu, menjadikan Indonesia tidak mendapatkan nilai tambah apapun dari ekspornya.
“Kalau otomotif sudah, kita akan mengarahkan ke komoditas lain supaya ekspornya dalam bentuk setengah jadi, dan syukur-syukur ekspornya barang jadi. Inilah hilirisasi, industrialisasi dari barang mentah yang dimiliki. Nikel sudah dimulai, industrialisasi, kita setop ekspor barang mentah nikel,” katanya.
Jadi misalnya pun digugat ke WTO, Presiden mengaku tak gentar untuk menghadapi.
“Kalau sudah digugat enggak apa-apa, jangan pula ketika digugat terus grogi, enggak. Kita hadapi, karena memang kita ingin bahan mentah ini ada added valuenya. Kenapa? Karena kalau ada industri yang terjadi, lapangan pekerjaan akan terbuka luas. Larinya ke situ. Bukan ke mana-mana,” katanya.
Pewarta : Hanni Sofia
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Megawati, SBY, hingga Jokowi diundang hadiri pidato kenegaraan Presiden Prabowo
14 August 2025 15:43 WIB
Mantan Ketua KPK Abraham Samad pastikan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya
13 August 2025 12:52 WIB
Jokowi curhat soal tuduhan ijazah palsu saat reuni Angkatan 80 Fakultas Kehutanan UGM
26 July 2025 17:40 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB