Tim ACT bantu korban banjir Sigi
Sabtu, 14 Desember 2019 9:30 WIB
Tim MRI-ACT Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah turut membantu korban banjir bandang di daerah tersebut, mulai dari mengevakuasi warga yang terjebak banjir, lakukan assesmen warga terdampak hingga distribusi bantuan. ANTARA Foto/HO-Humas ACT Sulsel
Sigi (ANTARA) - Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) dengan sigap bergerak membantu korban banjir bandang yang melanda Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah pada Kamis (12/12) malam, merusak dan merendam rumah warga dengan lumpur.
"Tim MRI-ACT Sigi kini masih berada di lokasi untuk membantu warga membersihkan barang-barang mereka dan melakukan asesmen untuk menurunkan bantuan," kata Afandi melalui keterangan resminya pada ANTARA, Sabtu.
Banjir Bandang menerjang Dusun III Pangana, Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada pukul 18:30 WITA, Kamis (12/12). Akibatnya, sejumlah warga mengungsi dan dua orang meninggal dunia dalam bencana ini.
Masing-masing korban yang berumur 50 tahun dan 10 tahun tersebut sedang terlelap ketika banjir datang dan tidak sempat menyelamatkan diri hingga arus deras membawa tubuh mereka.
Sementara itu, kata Afandi, belum dapat dipastikan baik jumlah warga maupun bangunan terdampak. Namun, hasil asesmen tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) – ACT menyatakan jumlahnya sekitar puluhan rumah.
“Rumah mereka ada yang mengalami kerusakan dan juga ada yang terendam lumpur, sehingga untuk sementara belum dapat ditinggali kembali," kata Afandi.
Afandi mengungkapkan warga masih bahu-membahu menyelamatkan barang berharga dan relawan ACT membantu evakuasi warga lainnya yang masih terjebak banjir. Warga terdampak juga kini mengungsi di beberapa titik.
Ada tiga titik pengungsian untuk warga, yakni di Sekolah Dasar Dasar Bala Keselamatan, kantor camat, dan hunian sementara yang diberikan pasca gempa 2018 lalu. Beberapa warga juga ada yang mengungsi ke rumah kerabat mereka.
"Rencananya untuk warga terdampak akan kita berikan bantuan berupa paket pangan siap santap,” jelas Afandi.
Saat ini, lanjut Afandi, warga kini membutuhkan sejumlah bantuan berupa selimut, alat pengusir nyamuk, makanan dan minuman, tikar atau alas tidur.
ACT membuka kesempatan bagi masyarakat peduli yang ingin berpartisipasi melalui link https://bit.ly/donasikemanusiaan.
"Tim MRI-ACT Sigi kini masih berada di lokasi untuk membantu warga membersihkan barang-barang mereka dan melakukan asesmen untuk menurunkan bantuan," kata Afandi melalui keterangan resminya pada ANTARA, Sabtu.
Banjir Bandang menerjang Dusun III Pangana, Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada pukul 18:30 WITA, Kamis (12/12). Akibatnya, sejumlah warga mengungsi dan dua orang meninggal dunia dalam bencana ini.
Masing-masing korban yang berumur 50 tahun dan 10 tahun tersebut sedang terlelap ketika banjir datang dan tidak sempat menyelamatkan diri hingga arus deras membawa tubuh mereka.
Sementara itu, kata Afandi, belum dapat dipastikan baik jumlah warga maupun bangunan terdampak. Namun, hasil asesmen tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) – ACT menyatakan jumlahnya sekitar puluhan rumah.
“Rumah mereka ada yang mengalami kerusakan dan juga ada yang terendam lumpur, sehingga untuk sementara belum dapat ditinggali kembali," kata Afandi.
Afandi mengungkapkan warga masih bahu-membahu menyelamatkan barang berharga dan relawan ACT membantu evakuasi warga lainnya yang masih terjebak banjir. Warga terdampak juga kini mengungsi di beberapa titik.
Ada tiga titik pengungsian untuk warga, yakni di Sekolah Dasar Dasar Bala Keselamatan, kantor camat, dan hunian sementara yang diberikan pasca gempa 2018 lalu. Beberapa warga juga ada yang mengungsi ke rumah kerabat mereka.
"Rencananya untuk warga terdampak akan kita berikan bantuan berupa paket pangan siap santap,” jelas Afandi.
Saat ini, lanjut Afandi, warga kini membutuhkan sejumlah bantuan berupa selimut, alat pengusir nyamuk, makanan dan minuman, tikar atau alas tidur.
ACT membuka kesempatan bagi masyarakat peduli yang ingin berpartisipasi melalui link https://bit.ly/donasikemanusiaan.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cegah banjir, BBWS Pompengan Jeneberang upayakan fungsi kanal tetap optimal
12 February 2026 20:19 WIB
Pemkot Makassar libatkan perguruan tinggi benahi alur air di kawasan rawan banjir
15 January 2026 10:31 WIB
Sinergi untuk negeri, Astra Agro bersama Pemkab Pasangkayu percepat penanggulangan banjir
13 January 2026 15:49 WIB
Banjir Jakarta terus meluas pada Senin malam, 63 RT dan 23 ruas jalan masih terendam
13 January 2026 4:26 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB