Bawaslu NTT serahkan santunan bagi pengawas Pemilu 2019
Jumat, 20 Desember 2019 11:42 WIB
Koordinator Divisi Hubungan Kelembagaan dan Hubungan Lembaga Bawaslu Provinsi NTT, Jemris Fointuna. (ANTARA/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akan menyerahkan santunan bagi 57 orang pengawas pemilu yang meninggal dunia atau mengalami kecelakaan kerja, pada saat menjalankan tugas pada Pemilu serentak tahun 2019.
Penerima santunan ini terdiri dari korban meninggal dunia tiga orang, korban luka berat tujuh orang dan korban luka sedang 47 orang, kata Koordinator Divisi Hubungan Kelembagaan dan Hubungan Lembaga Bawaslu Provinsi NTT, Jemris Fointuna, di Kupang, Jumat.
Dia mengemukakan hal itu terkait santunan bagi petugas pengawas pemilu yang meninggal atau mengalami kecelakaan pada pelaksanaan Pemilu 2019.
Para korban penerima santunan ini antara lain petugas Panwascam, Pengawas Pemilu Desa/Kelurahan, Pengawas TPS dan staf sekretariat.
Menurut dia, penyerahan santunan bagi korban atau ahli waris yang meninggal akan dilaksanakan sebelum perayaan Natal tahun 2019.
"Rencananya, penyerahan santunan akan dilaksanakan pada tanggal 21 atau 22 Desember 2019 di setiap kabupaten," katanya.
Dia mengatakan, penyerahan santunan baru bisa terlaksana karena masih dilakukan klarifikasi dan verifikasi data di lapangan.
Dia menambahkan, korban yang menerima santunan ini tersebar di 15 kabupaten yakni Kabupaten Belu tujuh orang, Malaka satu orang, Kabupaten Kupang enam orang, Kabupaten Ngada empat orang.
Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebanyak 13 orang, Sabu Raijua dua orang, Alor tiga orang, Ende dua orang, Rote Ndao dua orang, Sikka enam orang , Nagekeo dua orang, Manggarai enam orang, Sumba Timur satu orang, Sumba Tengah satu orang dan Sumba Barat satu orang.
Korban yang meninggal dunia akan mendapat santunan sebesar Rp36.000.000 juta, luka berat Rp16.500.000 juta dan luka sedang Rp8.250.000.
Penerima santunan ini terdiri dari korban meninggal dunia tiga orang, korban luka berat tujuh orang dan korban luka sedang 47 orang, kata Koordinator Divisi Hubungan Kelembagaan dan Hubungan Lembaga Bawaslu Provinsi NTT, Jemris Fointuna, di Kupang, Jumat.
Dia mengemukakan hal itu terkait santunan bagi petugas pengawas pemilu yang meninggal atau mengalami kecelakaan pada pelaksanaan Pemilu 2019.
Para korban penerima santunan ini antara lain petugas Panwascam, Pengawas Pemilu Desa/Kelurahan, Pengawas TPS dan staf sekretariat.
Menurut dia, penyerahan santunan bagi korban atau ahli waris yang meninggal akan dilaksanakan sebelum perayaan Natal tahun 2019.
"Rencananya, penyerahan santunan akan dilaksanakan pada tanggal 21 atau 22 Desember 2019 di setiap kabupaten," katanya.
Dia mengatakan, penyerahan santunan baru bisa terlaksana karena masih dilakukan klarifikasi dan verifikasi data di lapangan.
Dia menambahkan, korban yang menerima santunan ini tersebar di 15 kabupaten yakni Kabupaten Belu tujuh orang, Malaka satu orang, Kabupaten Kupang enam orang, Kabupaten Ngada empat orang.
Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebanyak 13 orang, Sabu Raijua dua orang, Alor tiga orang, Ende dua orang, Rote Ndao dua orang, Sikka enam orang , Nagekeo dua orang, Manggarai enam orang, Sumba Timur satu orang, Sumba Tengah satu orang dan Sumba Barat satu orang.
Korban yang meninggal dunia akan mendapat santunan sebesar Rp36.000.000 juta, luka berat Rp16.500.000 juta dan luka sedang Rp8.250.000.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sulsel serahkan bantuan kapal penangkap ikan bagi nelayan di PPI Bone
16 January 2026 21:50 WIB
KPU Makassar sosialisasikan pendidikan politik bagi pemilih pemula di sekolah
15 January 2026 4:14 WIB
Zelensky: PLTN Zaporizhzhia harga mati bagi Ukraina, tidak dinegosiasikan
28 December 2025 12:46 WIB
Pemprov Sulsel salurkan bantuan pasang listrik baru bagi warga daerah terpencil
26 December 2025 12:16 WIB
Seskab dan Mensos bahas BLT bagi pengungsi bencana Sumatera, minimal Rp8 juta/KK
25 December 2025 6:18 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB