Makassar (ANTARA) - PT Telkom Indonesia melalui Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sumatra Sekar (Serikat Karyawan) TelkomGroup memberikan pendampingan dan trauma healing bagi anak-anak korban bencana di Desa Menanggini, Kabupaten Aceh Tamiang.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyampaikan program ini wujud nyata komitmen TelkomGroup untuk hadir dan memberikan dampak serta pendampingan bagi masyarakat terdampak di masa pemulihan dan normalisasi pascabencana.
“TelkomGroup tidak hanya berfokus pada pemulihan konektivitas, tetapi juga berupaya menghadirkan dukungan sosial yang nyata bagi masyarakat terdampak bencana," kata dia melalui keterangan resmi yang diterima di Makassar, Rabu.
TelkomGroup melakukan pendampingan kepada masyarakat terdampak diikuti lebih dari 200 anak di sejumlah desa terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Inisiatif ini mencerminkan komitmen Telkom untuk hadir memberikan kepedulian nyata, sekaligus memastikan keberlangsungan literasi dan proses belajar anak-anak yang duduk di bangku sekolah tetap terjaga, meskipun berada dalam situasi pemulihan pascabencana.
Giat yang diselenggarakan bersama Relawan Telkom Peduli itu diisi dengan sesi permainan edukatif yang diharapkan dapat menjadi media penyemangat, sekaligus membantu anak-anak mengekspresikan emosi serta memperoleh kembali rasa aman di masa pemulihan pascabencana.
Pada kesempatan yang sama, Yayasan Kesehatan Telkom dan Telkomedika juga menyediakan fasilitas layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan.
"Melalui kolaborasi bersama Sekar Telkom dan Relawan Telkom Peduli, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga serta membantu anak-anak untuk tetap merasa aman dan terhibur di masa pemulihan,” ujar Seno.
Selain itu, TelkomGroup juga menyalurkan bantuan dan program kemanusiaan bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang.
Penyaluran bantuan disalurkan secara terkoordinasi dengan menyesuaikan kebutuhan pada masing-masing lokasi. Seperti di Desa Babo, bantuan mencakup pakaian layak pakai, paket perlengkapan sekolah berupa tas, buku, dan alat tulis, paket logistik, obat-obatan, serta susu untuk anak-anak.
Sementara itu, di Desa Sulum, bantuan difokuskan pada keperluan tidur seperti tikar dan selimut, pakaian layak pakai, serta dukungan infrastruktur darurat berupa konektivitas satelit, genset, dan bahan bakar untuk menunjang aktivitas warga dan posko.
Bantuan serupa yakni keperluan tidur, genset, dan bahan bakar genset juga disalurkan ke Desa Juar, sedangkan Desa Pandiangin menerima bantuan kebutuhan logistik.
EVP Telkom Regional 1 Sumatra Dwi Pratomo Juniarto menyampaikan penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan ketepatan sasaran dan kebutuhan di lapangan.
“Wilayah Aceh Tamiang menjadi salah satu area yang terdampak signifikan. Kami memastikan bantuan disalurkan secara langsung dan sesuai kebutuhan masyarakat di setiap desa, mulai dari kebutuhan dasar, dukungan fasilitas darurat hingga fasilitas layanan kesehatan gratis," urai Dwi.
Melalui inisiatif ini, TelkomGroup berharap dapat turut mempercepat pemulihan sosial pascabencana sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: TelkomGroup beri pemulihan psikologis anak di Aceh Tamiang

