Parepare, Sulsel (ANTARA Sulsel) - PT. Asuransi Jasa Raharja hingga kini telah mendata sebanyak 283 orang korban dalam musibah kecelakaan laut KM Teratai Prima yang tenggelam di Perairan Majene sesuai jumlah keluarga korban yang melapor.
"Keluarga penumpang yang telah datang melapor ke posko penanggulangan musibah KM Teratai Prima hingga saat ini telah mencapai 283 orang, " kata Kabag Pelayanan PT Jasa Raharja Sulsel H Asdar B di posko Pelabuhan Nusantara Cappa Ujung Parepare, Rabu.
Menurut Asdar, dari jumlah keluarga korban yang melapor tersebut sebanyak 139 orang diantaranya yang terdaftar dalam manifes, sementara korban yang tidak tercatat dalam daftar penumpang yang keluarganya datang melapor sebanyak 144 orang.
"Untuk sementara kami baru mendata jumlah penumpang baik mereka yang tercatat dalam manifes, maupun yang tidak kendati mereka memiliki tiket resmi, "kata Asdar.
Mengenai pembayaran santunan terhadap korban dalam musibah kecelakaan laut tersebut, ia mengatakan pihak Jasa Raharja masih menunggu jumlah penumpang resmi yang dikeluarkan oleh Departemen Perhubungan.
Jasa Raharja akan membayar santunan seluruh korban yang meninggal dalam musibah tenggelamnya KM Teratai Prima sesuai dengan jumlah penumpang resmi yang dikeluarkan Dephub.
Sementara mereka yang menjalani perawatan akan diberi biaya perawatan sesuai dengan bukti kwintasi pembelian obat dan biaya rumah sakit, ujar Asdar.
Sedangkan mengenai dua korban meninggal yang telah ditemukan, Asdar mengatakan, bahwa kedua korban wanita tersebut hingga saat ini belum diketahui identitasnya.
Jasa Rahaja, tutur Asdar hanya membayar santunan kepada ahli waris korban yang jelas identitas, sedangkan yang tidak dapat diidentifikasi dan tidak jelas ahli warisnya tidak ada santunan.
Ahli waris korban yang meninggal dunia akan menerima dana santunan sebesar Rp25 juta, sedangkan korban yang menjalani perawatan medis menerima biaya ganti rugi pembelian obat berdasarkan kwitansi dan biaya rumah sakit.(T.S016/S006)
Jasa Raharja Data 283 Korban KM Teratai Prima
Rabu, 14 Januari 2009 13:30 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lindungi karya dosen dan mahasiswa, Kemenkum Sulbar - Universitas Tomakaka bentuk Sentra KI
27 January 2026 18:21 WIB
Pemprov Sulsel serahkan santunan kepada keluarga Farhan korban kecelakaan ATR 42-500
27 January 2026 15:08 WIB
Efisiensi pendidikan, Rektor Unhas minta identifikasi mahasiswa lambat studi
27 January 2026 4:47 WIB
Demo pemekaran Luwu Raya lumpuhkan pasokan BBM, harga pertalite Rp35.000/liter
26 January 2026 18:37 WIB
Pemprov Sulsel percepat perbaikan ruas jalan Kalosi--Cece dan Malauwe--Surakan di Enrekang
25 January 2026 6:07 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Lindungi karya dosen dan mahasiswa, Kemenkum Sulbar - Universitas Tomakaka bentuk Sentra KI
27 January 2026 18:21 WIB
Pemprov Sulsel serahkan santunan kepada keluarga Farhan korban kecelakaan ATR 42-500
27 January 2026 15:08 WIB
Efisiensi pendidikan, Rektor Unhas minta identifikasi mahasiswa lambat studi
27 January 2026 4:47 WIB
Demo pemekaran Luwu Raya lumpuhkan pasokan BBM, harga pertalite Rp35.000/liter
26 January 2026 18:37 WIB
Pemprov Sulsel percepat perbaikan ruas jalan Kalosi--Cece dan Malauwe--Surakan di Enrekang
25 January 2026 6:07 WIB