Makassar (ANTARA) - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan Jamaluddin Jompa (JJ) meminta perhatian pimpinan fakultas terhadap efisiensi pendidikan, khususnya dalam mengidentifikasi mahasiswa yang cenderung membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan studi.
“Bapak dan Ibu Dekan perlu secara personal memperhatikan dan mengidentifikasi mahasiswa yang berpotensi mengalami keterlambatan studi karena dapat memengaruhi capaian indikator efisiensi pendidikan,” katanya pada acara Penandatanganan Kontrak Kinerja 2026 di Makassar, Senin.
Dalam kesempatan ini, ia juga menekankan perlunya evaluasi terhadap capaian kinerja yang belum terpenuhi serta mendorong setiap fakultas untuk menyusun strategi yang tepat agar target dapat tercapai secara optimal.
Ia mengajak seluruh fakultas, unit, lembaga, hingga rumah sakit di lingkungan Universitas Hasanuddin untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas kinerja melalui kolaborasi dan sinergi lintas unit, guna mencapai target bersama yang telah ditetapkan dalam kontrak kinerja pada 2026.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan Unhas Subehan menjelaskan penyusunan dan penetapan kontrak kinerja pada 2026 diselaraskan dengan kebijakan kementerian, yang kemudian diturunkan ke tingkat universitas dan didistribusikan ke seluruh unit kerja.
“Indikator kinerja mandiri yang ditetapkan universitas ditarik dari Rencana Strategis (Renstra) dan disesuaikan dengan target yang realistis serta dapat dicapai hingga tahun 2026,” katanya.
Ia mengatakan bahwa terdapat penyesuaian target kinerja pada tahun ini, khususnya dalam indikator yang dihitung berdasarkan potensi yang dimiliki universitas seperti jumlah dosen dan mahasiswa.
Hal tersebut menjadi acuan utama dalam penetapan target kinerja masing-masing unit.

