
Vokasi Unhas kembangkan ekosistem "teaching factory"

Makassar (ANTARA) - Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi, dan Komunikasi (BPPMPV KPTK) berkolaborasi mengembangkan ekosistem "teaching factory".
Pertemuan kedua pihak menjadi langkah konkret penguatan sinergi pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri dan pengembangan sumber daya manusia unggul (teaching factory). .
Dekan Vokasi Unhas M Restu di Makassar, Selasa, menegaskan kolaborasi ini memiliki nilai strategis dalam mendorong peningkatan mutu program studi serta penguatan kompetensi mahasiswa vokasi.
Dirinya menambahkan kerja sama yang terjalin bukanlah inisiatif yang berdiri sendiri, melainkan kelanjutan dari berbagai pertemuan dan kunjungan sebelumnya.
“Fakultas Vokasi Unhas siap memfasilitasi program magang mahasiswa, kolaborasi pelatihan, serta pemanfaatan fasilitas pendukung untuk penguatan keterampilan. Dalam konteks pembinaan SMK, kami juga siap berkontribusi melalui jejaring dan pengalaman dalam pengembangan pendidikan vokasi,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPPMPV KPTK Yogi Sopian menyampaikan apresiasi atas komitmen Vokasi Unhas dalam membangun kemitraan pendidikan vokasi yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan industri.
Menurutnya, kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi, termasuk pada sektor kelautan dan perikanan yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
“Kami menyambut baik komitmen Fakultas Vokasi Unhas dalam memperluas ruang kolaborasi. Penguatan fasilitas 'teaching factory', terutama pada pengelolaan hasil perikanan dan pengembangan produk olahan seperti ikan marinasi, menjadi fokus penting yang dapat kita kembangkan bersama," ujarnya.
Pihaknya juga membuka peluang kerja sama dalam riset dan inovasi terapan agar hasilnya tidak hanya berdampak pada institusi, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan dunia industri.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
