Logo Header Antaranews Makassar

Menhut: Lestarikan keanekaragaman hayati dan kerajaan kupu-kupu TN Bantimurung Bulusaraung

Rabu, 28 Januari 2026 19:50 WIB
Image Print
Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni didampingi Bupati Maros HAS Chaidir Syam dan Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau saat mengunjungi kawasan Taman Wisata Alam Bantimurung Bulusaraung di Kabupaten Maros, Rabu (28/1/2026). ANTARA/ HO-Cris

Maros (ANTARA) - Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni mengatakan, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TNBB) sebagai pusat kerajaan kupu-kupu (The Kindom of Butterfly) harus dilindungi dan dilestarikan.

"Taman nasional ini selain sebagai habitat kerajaan kupu-kupu, juga menjadi pusat keanekaragaman hayati dunia yang harus dilindungi dan dilestarikan," kata Raja Juli disela kunjungannya ke Kawasan Wisata Alam Bantimurung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu.

Dia mengatakan, keberadaan TNBB yang menjadi destinasi wisata ini, patut diapresiasi karena tidak meninggalkan peran ekologisnya dengan adanya upaya pelestarian populasi kupu-kupu di kawasan tersebut dalam bentuk penangkaran.

Kawasan The Kingdom of Butterfly di Kabupaten Maros ini dikenal sebagai habitat lebih dari 247 spesies kupu-kupu unik. Peneliti utama yang menyingkap kekayaan ini adalah naturalis Inggris, Alfred Russel Wallace yang mengeksplorasi wilayah tersebut pada tahun 1857 dan menyebut kawasan TNBB sebagai The Kingdom of Butterfly.

Menutut Raja Juli, TNBB memiliki makna penting tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat keanekaragaman hayati dunia, khususnya kupu-kupu.

Meski diakui, beberapa tahun terakhir sempat terjadi masa transisi populasi kupu-kupu mengalami penurunan. Namun, melalui kerja sama yang kuat, komunikasi yang baik, serta dukungan berbagai pihak, kondisi tersebut perlahan berhasil dipulihkan dan penangkaran kupu-kupu di kawasan itupun aktif kembali.

"Hasilnya sangat menggembirakan. Jumlah spesies kupu-kupu di kawasan tersebut meningkat signifikan dari sekitar 200 spesies menjadi 285 spesies dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun terakhir. Atau terjadi peningkatan sekitar 140 persen," jelasnya.

Menurut dia, capaian tersebut sebagai bukti jika semua pihak—mulai dari pengelola taman nasional, masyarakat, pemerintah, hingga seluruh pemangku kepentingan— saling bahu-membahu menjaga ekosistem yang kaya ini.

Karena itu, dia menekankan bahwa pelestarian ekosistem tidak bisa dilepaskan dari komunikasi dan kesadaran kolektif untuk menjaga spesies, terutama kupu-kupu yang menjadi ikon kawasan Bantimurung.

Bupati Maros HAS Chaidir Syam mengatakan, kehadiran pemerintah pusat menjadi energi positif dalam upaya menjaga kelestarian kawasan tersebut, sekaligus mendorong peningkatan kunjungan destinasi wisata unggulan Kabupaten Maros ini.

“Kami berharap dengan kehadiran Pak Menteri, kawasan ini semakin diperkuat sebagai bagian dari geopark dengan tetap menjaga kelestarian hutan dan sumber daya alamnya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga berharap dukungan dari Kementerian Kehutanan dalam upaya pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan dan destinasi wisata, sehingga pelestarian alam dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Muhammad Yusran Lalogau menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep, sehingga pengembangan wisata dapat dilakukan tanpa merusak alam.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menhut: Lestarikan keanekaragaman hayati TN Bantimurung Bulusaraung



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026