Kerusuhan Toraja Terindikasi Dirancang Sistematis
Jumat, 30 Juli 2010 11:03 WIB
Makassar (ANTARA News) - Tim pemenangan bupati dan wakil bupati terpilih Kabupaten Tana Toraja, Theofilus Allorerung dan Adelheid Sosang (Teladan), menyatakan kerusuhan yang terjadi pasca pilkada 23 Juni lalu dirancang secara sistematis.
Juru Bicara Teladan, Joni Pamatan di Makassar, Jumat, mengatakan, sejumlah bukti visual baik foto ataupun rekaman video yang ditemukan tim mengindikasikan hal itu.
Menurutnya, dalam rekaman terdapat sejumlah orang menggunakan ikat kepala merah yang terus memprovokasi massa.
Selain itu, salah seorang kandidat bupati juga terlihat di lokasi, namun dia mengakui, belum diketahui motivasi kandidat tersebut berada di tengah-tengah massa.
"Yang paling kentara yakni saat massa secara serentak keluar dari rumah seorang kandidat menuju rumah kandidat lainnya untuk bergabung dengan massa lain. Kalau tidak diorganisir, tidak mungkin itu terjadi," ujarnya.
Berdasar bukti-bukti tersebut, Joni pun mendesak aparat kepolisian mempercepat hasil penyidikan sehingga diketahui dalang kerusuhan itu.
Sebab jika belum terungkap, dikhawatirkan hal tersebut akan meresahkan masyarakat dan berdampak ke pilkada kabupaten tetangga, Toraja Utara, yang baru akan berlangsung Oktober mendatang.
"Polres sangat lamban menangani kasus ini. Padahal, sehari setelah keruusuhan, bupati, kami dan panwas sudah melapor ke polisi. Kalau panwas sendiri mengaku sudah berkoordinasi," katanya.
Sementara itu, Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Tana Toraja, Andrias Somba Tonapa menegaskan, kepolisian terutama Polda Sulselbar harus tegas menyikapi kasus itu.
Pengambilalihan pengusutan perlu dilakukan Polda Sulselbar karena Polres Tana Toraja dinilainya sangat lamban.
Namun, kendati pengusutan belum tuntas, pihaknya menegaskan bahwa keputusan hasil suara sudah defenitif karena sudah ditetapkan lima anggota KPU pada 15 Juli lalu.
"Terserah kepolisian saja. mau diusut atau tidak, hasil suara sudah defenitif. Kami cuma berharap dengan pengusutan ini, masyarakat Tana Toraja bisa lebih tenang," ujarnya. (T.KR-AAT/D009)
Juru Bicara Teladan, Joni Pamatan di Makassar, Jumat, mengatakan, sejumlah bukti visual baik foto ataupun rekaman video yang ditemukan tim mengindikasikan hal itu.
Menurutnya, dalam rekaman terdapat sejumlah orang menggunakan ikat kepala merah yang terus memprovokasi massa.
Selain itu, salah seorang kandidat bupati juga terlihat di lokasi, namun dia mengakui, belum diketahui motivasi kandidat tersebut berada di tengah-tengah massa.
"Yang paling kentara yakni saat massa secara serentak keluar dari rumah seorang kandidat menuju rumah kandidat lainnya untuk bergabung dengan massa lain. Kalau tidak diorganisir, tidak mungkin itu terjadi," ujarnya.
Berdasar bukti-bukti tersebut, Joni pun mendesak aparat kepolisian mempercepat hasil penyidikan sehingga diketahui dalang kerusuhan itu.
Sebab jika belum terungkap, dikhawatirkan hal tersebut akan meresahkan masyarakat dan berdampak ke pilkada kabupaten tetangga, Toraja Utara, yang baru akan berlangsung Oktober mendatang.
"Polres sangat lamban menangani kasus ini. Padahal, sehari setelah keruusuhan, bupati, kami dan panwas sudah melapor ke polisi. Kalau panwas sendiri mengaku sudah berkoordinasi," katanya.
Sementara itu, Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Tana Toraja, Andrias Somba Tonapa menegaskan, kepolisian terutama Polda Sulselbar harus tegas menyikapi kasus itu.
Pengambilalihan pengusutan perlu dilakukan Polda Sulselbar karena Polres Tana Toraja dinilainya sangat lamban.
Namun, kendati pengusutan belum tuntas, pihaknya menegaskan bahwa keputusan hasil suara sudah defenitif karena sudah ditetapkan lima anggota KPU pada 15 Juli lalu.
"Terserah kepolisian saja. mau diusut atau tidak, hasil suara sudah defenitif. Kami cuma berharap dengan pengusutan ini, masyarakat Tana Toraja bisa lebih tenang," ujarnya. (T.KR-AAT/D009)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sulbar dorong pengembangan desa ramah perempuan dan peduli anak
11 October 2024 19:04 WIB, 2024
Capres Prabowo : Indonesia harus menjadi teladan dalam kerja sama Selatan-Selatan
07 January 2024 21:12 WIB, 2024
Kemenag: Nabi Muhammad SAW merupakan figur teladan utama dalam hidup
28 September 2023 12:29 WIB, 2023
Presiden Jokowi: Kehidupan Nabi Muhammad SAW suri teladan bagi umat
28 September 2023 12:28 WIB, 2023
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
KSAD: Presiden Prabowo ingatkan pimpinan beri "reward" kepada prajurit berprestasi
10 February 2026 5:03 WIB
Angela Tanoesoedibjo dijadwalkan lantik mantan Sekda jadi Ketua Perindo Sulsel
04 February 2026 19:12 WIB