Jakarta (ANTARA) - Indonesia menantikan respons positif dari Amerika Serikat terkait perpanjangan fasilitas sistem tarif preferensial umum (generalized system of preference/GSP) untuk produk-produk ekspor Tanah Air, usai melengkapi ulasan GSP.
“Kami berharap akan mendengar kabar baik dari USTR dalam beberapa pekan ke depan, jadi ini progressnya, dan kami yakin fasilitas GSP yang diberikan pada ekspor kami ke AS akan diperpanjang,” kata Mahendra.
Selain itu, kesepakatan perdagangan itu juga dapat mencakup isu teknologi digital dan sejumlah isu terkait hak kekayaan intelektual.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk AS, Muhammad Lutfi, yang menyampaikan sambutannya melalui rekaman video pada kesempatan yang sama, mengatakan bahwa Indonesia dan AS sedang mengalami periode perdagangan yang cukup sulit akibat pandemi COVID-19.
Meski demikian, dia menyebutkan bahwa terdapat sejumlah produk Indonesia yang terbukti tetap dapat bertahan di AS, termasuk pakaian, sepatu, barang elektronik, dan produk karet.
“Produk-produk ini telah mendapatkan momentum dalam kuartal pertama tahun ini,” kata Lutfi.
Dia pun berharap agar pertemuan bisnis virtual, yang dibagi dalam lima sektor terpisah, dapat diikuti dengan pertemuan lanjutan dan business matching, sehingga para produsen Indonesia dapat bertemu dengan distributor dan importir AS.
“Inilah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan volume perdagangan kita, dan diharapkan Indonesia dapat mendapatkan momentum dengan GSP review dan saya harap Indonesia dapat menjadi salah satu dari beberapa negara di dunia yang dapat menikmati privilege spesial ini,” ujarnya.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar saat membuka acara Indonesia-US Virtual Business Dialogue yang digelar secara daring, Jumat,
Wamenlu Mahendra mengatakan bahwa Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Muhammad Lutfi, telah datang ke Jakarta pada pekan ini untuk menyelesaikan ulasan GSP dan kembali ke Washington D.C. dengan membawa surat dari Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi untuk Perwakilan Perdagangan AS (United States Trade Representative/USTR).
Dia pun menegaskan kesiapan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama perdagangan bilateral dengan AS, yakni melalui kesepakatan perdagangan terbatas (limited trade agreement) yang akan memperluas cakupan barang-barang yang termasuk dalam kesepakatan.
Indonesia nantikan respons positif AS terkait perpanjangan GSP
Jumat, 9 Oktober 2020 19:12 WIB
Tangkapan layar Wakil Menteri Luar Negeri RI, Mahendra Siregar, saat memberikan ‘keynote address’ dalam acara 'Indonesia-US Virtual Business Meeting’ yang digelar secara daring pada Jumat (9/10/2020). (ANTARA/Aria Cindyara)
Pewarta : Aria Cindyara
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo teken UU tentang Penyesuaian Pidana, hukuman mati hingga ITE diubah
03 January 2026 5:43 WIB
Diisukan ada matahari kembar, Demokrat nilai wajar menteri Prabowo silaturahmi ke Jokowi
14 April 2025 16:38 WIB
Menko Yusril memastikan pemerintah pedomani rekayasa konstitusional MK
18 January 2025 8:55 WIB, 2025
Menko Yusril : Di KUHP baru, pengguna narkotika direhabilitasi tidak lagi dipidana
12 December 2024 6:20 WIB, 2024
Yusril: Pemindahan narapidana Bali Nine kini tergantung Pemerintah Australia
03 December 2024 19:57 WIB, 2024
Menko Yusril perintahkan Kemen Imipas investigasi Rutan Salemba terkait kaburnya tujuh tahanan
14 November 2024 18:28 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemkot Makassar perketat pengawasan harga pangan jelang Ramadhan dan Imlek
14 February 2026 5:17 WIB