Pasar Produk Herbal Potensial di KTI
Sabtu, 20 November 2010 17:38 WIB
Makassar (ANTARA News) - Produk herbal cukup potensial di kawasan timur Indonesia yang diharapkan mampu mendongkrak target penjualan PT. Sidomuncul tahun ini hingga 20 persen lebih.
Marketing Director PT Sidomuncul, Kris Irawan di Makassar, Sabtu, mengungkapkan, potensi pasar produk Sidomuncul di KTI bisa mendorong kenaikan omzet Sidomuncul seperti tolak angin sebesar 20 persen hingga akhir tahun ini.
"Untuk 2009 ke 2010 tumbuh 20 persen, kita harapkan 2010 ke 2011 bisa tumbuh di atas itu," kata Kris di sela-sela kegiatan simposium kesehatan yang digelar PT. Sidomuncul bersama Perhimpunan Dokter Umum Indonesia di Makassar.
Dia berharap, kontribusi penjualan dari KTI bisa melebihi omzet penjualan di pulau Jawa dan Sumatera.
"Jika penjualan di daerah Jawa dan Sumatera tumbuh 10 persen, kami berharap KTI bisa hingga 15 persen," ungkap dia.
Group Product Manager PT Sidomuncul, Retna Widawati dalam kesempatan itu menyatakan, pertumbuhan penjualan produk perusahaannya berkisar 20 - 40 persen tahun ini. "Pertumbuhan ini merata setiap tahunnya selama 10 tahun terakhir ini," kata dia.
Saat ini pihaknya tengah berupaya meningkatkan kualitas produk, lanjut dia untuk memperbaiki branding produknya dengan menggandeng tokoh yang dipercaya masyarakat sebagai ikon.
"Kami juga tengah memproses uji laboratorium produk baru yang akan diluncurkan dalam waktu dekat ini," kata dia.
Produk perusahaan herbal nasional ini telah mencakup hampir di seluruh wilayah di Indonesia dan beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Hongkong, Arab Saudi, dan Suriname. (T.KR-HK/S016)
Marketing Director PT Sidomuncul, Kris Irawan di Makassar, Sabtu, mengungkapkan, potensi pasar produk Sidomuncul di KTI bisa mendorong kenaikan omzet Sidomuncul seperti tolak angin sebesar 20 persen hingga akhir tahun ini.
"Untuk 2009 ke 2010 tumbuh 20 persen, kita harapkan 2010 ke 2011 bisa tumbuh di atas itu," kata Kris di sela-sela kegiatan simposium kesehatan yang digelar PT. Sidomuncul bersama Perhimpunan Dokter Umum Indonesia di Makassar.
Dia berharap, kontribusi penjualan dari KTI bisa melebihi omzet penjualan di pulau Jawa dan Sumatera.
"Jika penjualan di daerah Jawa dan Sumatera tumbuh 10 persen, kami berharap KTI bisa hingga 15 persen," ungkap dia.
Group Product Manager PT Sidomuncul, Retna Widawati dalam kesempatan itu menyatakan, pertumbuhan penjualan produk perusahaannya berkisar 20 - 40 persen tahun ini. "Pertumbuhan ini merata setiap tahunnya selama 10 tahun terakhir ini," kata dia.
Saat ini pihaknya tengah berupaya meningkatkan kualitas produk, lanjut dia untuk memperbaiki branding produknya dengan menggandeng tokoh yang dipercaya masyarakat sebagai ikon.
"Kami juga tengah memproses uji laboratorium produk baru yang akan diluncurkan dalam waktu dekat ini," kata dia.
Produk perusahaan herbal nasional ini telah mencakup hampir di seluruh wilayah di Indonesia dan beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Hongkong, Arab Saudi, dan Suriname. (T.KR-HK/S016)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenkes luncurkan Formularium Fitofarmaka terkait kemandirian Indonesia soal obat
02 June 2022 17:50 WIB, 2022
Menko Marves dan Mentan "groundbreaking" Taman Sains-Herbal Hortikultura
23 December 2021 19:44 WIB, 2021
BPOM : Herbal untuk terapi tambahan pasien COVID-19 masih diteliti
14 September 2021 14:05 WIB, 2021
PDPOTJI: Obat herbal China untuk COVID-19 belum bisa diadaptasi di Indonesia
22 June 2021 19:52 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemkot Makassar perketat pengawasan harga pangan jelang Ramadhan dan Imlek
14 February 2026 5:17 WIB