Ratusan Koin Kuno Dilelang di Makassar
Sabtu, 28 Mei 2011 20:31 WIB
Makassar (ANTARA News) - Kolektor benda-benda kuno melelang sebenyak 500 koin perunggu miliknya yang berasal dari beberapa negara di dunia mulai dari abad ke-16.
Kolektor barang-barang kuno, Karaeng Magguliling saat ditemui di Makassar, Sabtu, mengaku ingin menjual seluruh koleksi barang-barang kunonya karena tidak mampu merawat barang-barang yang diakui warisan turun temurun dari keluarga kerajaan Gowa, Sulawesi Selatan.
Pria yang mengaku keturunan terakhir abad ke-17 tumanurung dari Kerajaan Gowa dan Bantaeng ini mengaku, telah menawarkan koleksi miliknya itu ke pemerintah daerah termasuk museum Lagaligo.
"Banyak koleksi saya yang saya tawarkan ke kantor walikota hingga ke museum La Galigo, tetapi mereka bilang tidak punya dana," ucap dia.
Selain koin perunggu kuno, Maguliling juga memiliki koleksi lontara yang terbuat dari perunggu dan al qur'an perunggu dan beberapa koleksi yang diakui adalah warisan dari orang tuanya yang merupakan keturunan langsung dari Raja Batara Gowa.
"Memang koleksi perunggu banyak yang berminat, hanya masalah harga saja yang tidak cocok. Kalau koleksi lukisan dan perangko-perangko saya sudah banyak yang beli," kata dia.
Koleksi barang kuno yang warisan keluarga besarnya itu saat ini tersimpan Jalan Baji Pammuji No. 30 tepatnya Kelurahan Tamparang Keke Kecamatan Mamajang Kota Makassar.
(T.KR-HK/S006)
Kolektor barang-barang kuno, Karaeng Magguliling saat ditemui di Makassar, Sabtu, mengaku ingin menjual seluruh koleksi barang-barang kunonya karena tidak mampu merawat barang-barang yang diakui warisan turun temurun dari keluarga kerajaan Gowa, Sulawesi Selatan.
Pria yang mengaku keturunan terakhir abad ke-17 tumanurung dari Kerajaan Gowa dan Bantaeng ini mengaku, telah menawarkan koleksi miliknya itu ke pemerintah daerah termasuk museum Lagaligo.
"Banyak koleksi saya yang saya tawarkan ke kantor walikota hingga ke museum La Galigo, tetapi mereka bilang tidak punya dana," ucap dia.
Selain koin perunggu kuno, Maguliling juga memiliki koleksi lontara yang terbuat dari perunggu dan al qur'an perunggu dan beberapa koleksi yang diakui adalah warisan dari orang tuanya yang merupakan keturunan langsung dari Raja Batara Gowa.
"Memang koleksi perunggu banyak yang berminat, hanya masalah harga saja yang tidak cocok. Kalau koleksi lukisan dan perangko-perangko saya sudah banyak yang beli," kata dia.
Koleksi barang kuno yang warisan keluarga besarnya itu saat ini tersimpan Jalan Baji Pammuji No. 30 tepatnya Kelurahan Tamparang Keke Kecamatan Mamajang Kota Makassar.
(T.KR-HK/S006)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo kritik elite yang sebut pemikiran Bung Karno-Bung Hatta sudah kuno
15 August 2025 14:27 WIB
AS mengembalikan peninggalan Dinasti Tang senilai Rp51 miliar pada China
12 May 2023 21:02 WIB, 2023
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019