Pengamat militer ingatkan kekeliruan oknum TNI potensi jadi bahan propaganda
Jumat, 27 Agustus 2021 10:13 WIB
Ilustrasi pemukulan, penganiayaan, dan kekerasan. ANTARA News/Ridwan Triatmodj
Jakarta (ANTARA) - Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengingatkan bahwa kekeliruan oknum TNI berupa kekerasan yang dilakukan terhadap warga sipil berpotensi menjadi bahan propaganda pihak yang ingin memperburuk citra institusi tersebut.
"Kekeliruan tindakan sekecil apa pun akan selalu berpotensi menjadi bahan propaganda yang kuat untuk memperburuk citra TNI," kata Fahmi ketika dihubungi di Jakarta, Jumat.
Hal itu disampaikannya menanggapi beberapa dugaan tindak kekerasan oknum TNI kepada warga sipil di sejumlah daerah, yang mana salah satu korban oknum di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan anak berusia 13 tahun.
Fahmi menilai bahwa propaganda tersebut pada saat bersamaan juga dapat merusak upaya TNI membangun reputasi positif selama ini.
Jika kekerasan itu terus berulang, dia menyebut akan tampak kesenjangan antara citra positif dan humanis yang terus dibangun melalui berbagai media dengan realita sosial yang sesungguhnya.
Oleh karena itu, para prajurit dan pimpinannya diharapkan harus memiliki kepekaan terhadap berbagai dampak akibat kekeliruan oknum TNI yang melakukan kekerasan terhadap masyarakat di ruang sipil.
Menurutnya, pembenahan praktik kepemimpinan dalam menanamkan kedisiplinan, kepatuhan, dan kesadaran untuk tidak melakukan tindakan yang merusak nama baik institusi juga menjadi penting untuk dilakukan.
"Praktik kepemimpinan ini yang kemudian bisa menjadi teladan bagi para prajurit di lapangan dan harus ditanamkan melalui pembangunan kedisiplinan, kepatuhan, dan kesadaran tadi," ujar Fahmi.
Sebelumnya, salah satu dugaan kekerasan yang melibatkan oknum TNI terjadi di NTT. Dua orang oknum TNI yang bertugas di Kodim 1627 Rote Ndao, diduga melakukan penyiksaan terhadap PS anak berusia 13 tahun pada hari Kamis (19/8) lalu.
Kejadian berawal dari oknum TNI yang menuduh PS mencuri telepon genggam dan diduga kedua oknum tersebut melakukan kekerasan yang menyebabkan korban mengalami sejumlah luka dan trauma psikologis.
"Kekeliruan tindakan sekecil apa pun akan selalu berpotensi menjadi bahan propaganda yang kuat untuk memperburuk citra TNI," kata Fahmi ketika dihubungi di Jakarta, Jumat.
Hal itu disampaikannya menanggapi beberapa dugaan tindak kekerasan oknum TNI kepada warga sipil di sejumlah daerah, yang mana salah satu korban oknum di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan anak berusia 13 tahun.
Fahmi menilai bahwa propaganda tersebut pada saat bersamaan juga dapat merusak upaya TNI membangun reputasi positif selama ini.
Jika kekerasan itu terus berulang, dia menyebut akan tampak kesenjangan antara citra positif dan humanis yang terus dibangun melalui berbagai media dengan realita sosial yang sesungguhnya.
Oleh karena itu, para prajurit dan pimpinannya diharapkan harus memiliki kepekaan terhadap berbagai dampak akibat kekeliruan oknum TNI yang melakukan kekerasan terhadap masyarakat di ruang sipil.
Menurutnya, pembenahan praktik kepemimpinan dalam menanamkan kedisiplinan, kepatuhan, dan kesadaran untuk tidak melakukan tindakan yang merusak nama baik institusi juga menjadi penting untuk dilakukan.
"Praktik kepemimpinan ini yang kemudian bisa menjadi teladan bagi para prajurit di lapangan dan harus ditanamkan melalui pembangunan kedisiplinan, kepatuhan, dan kesadaran tadi," ujar Fahmi.
Sebelumnya, salah satu dugaan kekerasan yang melibatkan oknum TNI terjadi di NTT. Dua orang oknum TNI yang bertugas di Kodim 1627 Rote Ndao, diduga melakukan penyiksaan terhadap PS anak berusia 13 tahun pada hari Kamis (19/8) lalu.
Kejadian berawal dari oknum TNI yang menuduh PS mencuri telepon genggam dan diduga kedua oknum tersebut melakukan kekerasan yang menyebabkan korban mengalami sejumlah luka dan trauma psikologis.
Pewarta : Muhammad Jasuma Fadholi
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KSAD tunggu perintah Mabes TNI terkait penembakan pesawat Smart Air di Karowai Papua
12 February 2026 13:38 WIB
KSAD: Presiden Prabowo ingatkan pimpinan beri "reward" kepada prajurit berprestasi
10 February 2026 5:03 WIB
Tujuh paket kantong korban pesawat ATR dievakuasi ke DVI untuk identifikasi
23 January 2026 18:33 WIB
Pangdam Hasanuddin kirim logistik dukung operasi SAR cari korban pesawat ATR
20 January 2026 22:08 WIB
Operasi modifikasi cuaca jadi opsi pencarian korban pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung
20 January 2026 4:24 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
KSAD: Presiden Prabowo ingatkan pimpinan beri "reward" kepada prajurit berprestasi
10 February 2026 5:03 WIB
Angela Tanoesoedibjo dijadwalkan lantik mantan Sekda jadi Ketua Perindo Sulsel
04 February 2026 19:12 WIB