PON XX Papua : Syamsul Hilali persembahkan emas pertama Jateng di PON terakhirnnya
Jumat, 1 Oktober 2021 20:59 WIB
Taekwondoin asal Jawa Tengah Syamsul Bilali menunjukkan medali emas yang diraihnya dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua di GOR Politeknik Penerbangan Kayu Batu, Jayapura, Jumat (1/10/2021). ANTARA/Bayu Kuncahyo
Jayapura (ANTARA) - Nama Syamsul Hilali langsung diteriakkan oleh suporter saat memastikan diri meraih medali emas pertama untuk Kontingen Jawa Tengah di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua dan medali tersebut bakal menjadi yang terakhir bagi dia di kejuaraan empat tahunan itu.
Syamsul meraih emas dari cabang olahraga taekwondo Kyorugi U-87 setelah di babak final mengalahkan wakil Jawa Barat Daffa Haditama di GOR Politeknik Penerbangan Kayu Batu, Jayapura, Jumat dengan skor 48-19.
Bagi atlet berusia 24 tahun ini, emas yang diraih terasa istimewa. Selain yang pertama untuk Kontingen Jawa Tengah, emas yang diraih di Bumi Cenderawasih ini adalah yang kedua setelah sebelumnya diraih di PON 2016 Jawa Barat.
"Saya memang berusaha keras di sini (Papua) karena ini PON terakhir saya. Empat tahun lagi saya gak bisa karena terbentur umur. Usia maksimal di PON kan 27, saya empat tahun lagi sudah lebih," kata Syamsul sembari tersenyum.
Pria yang merupakan anggota TNI dengan pangkat Sertu itu mengaku persiapan untuk menghadapi PON Papua cukup panjang, apalagi juga dihadapkan dengan pandemi COVID-19. Jadi tidak salah jika dirinya benar-benar memanfaatkan kesempatan.
"Saya benar-benar siap. Apalagi lawan sudah empat kali saya hadapi. Menang terus. Semoga hasil ini bisa untuk modal ke depan," kata pria yang mengaku sempat masuk pelatnas selama satu tahun itu.
Ditanya soal target berikutnya, Syamsul mengaku akan mengalir saja. Apalagi dirinya sudah merencanakan untuk mengakhiri masa lajang dengan mempersunting wanita pujaannya.
"Rencananya tahun depan. Sama-sama dari Jawa Tengah," pungkas Syamsul.
Pada hari pertama pertandingan taekwondo PON Papua ini mempertandingkan lima kelas yakin senior putra U-58, U-68, U-87, senior putri U-67 dan U-73. Medali emas sendiri diborong DKI Jakarta dengan tiga emas dan Jawa Tengah dua emas.
Syamsul meraih emas dari cabang olahraga taekwondo Kyorugi U-87 setelah di babak final mengalahkan wakil Jawa Barat Daffa Haditama di GOR Politeknik Penerbangan Kayu Batu, Jayapura, Jumat dengan skor 48-19.
Bagi atlet berusia 24 tahun ini, emas yang diraih terasa istimewa. Selain yang pertama untuk Kontingen Jawa Tengah, emas yang diraih di Bumi Cenderawasih ini adalah yang kedua setelah sebelumnya diraih di PON 2016 Jawa Barat.
"Saya memang berusaha keras di sini (Papua) karena ini PON terakhir saya. Empat tahun lagi saya gak bisa karena terbentur umur. Usia maksimal di PON kan 27, saya empat tahun lagi sudah lebih," kata Syamsul sembari tersenyum.
Pria yang merupakan anggota TNI dengan pangkat Sertu itu mengaku persiapan untuk menghadapi PON Papua cukup panjang, apalagi juga dihadapkan dengan pandemi COVID-19. Jadi tidak salah jika dirinya benar-benar memanfaatkan kesempatan.
"Saya benar-benar siap. Apalagi lawan sudah empat kali saya hadapi. Menang terus. Semoga hasil ini bisa untuk modal ke depan," kata pria yang mengaku sempat masuk pelatnas selama satu tahun itu.
Ditanya soal target berikutnya, Syamsul mengaku akan mengalir saja. Apalagi dirinya sudah merencanakan untuk mengakhiri masa lajang dengan mempersunting wanita pujaannya.
"Rencananya tahun depan. Sama-sama dari Jawa Tengah," pungkas Syamsul.
Pada hari pertama pertandingan taekwondo PON Papua ini mempertandingkan lima kelas yakin senior putra U-58, U-68, U-87, senior putri U-67 dan U-73. Medali emas sendiri diborong DKI Jakarta dengan tiga emas dan Jawa Tengah dua emas.
Pewarta : Bayu Kuncahyo
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KSAD tunggu perintah Mabes TNI terkait penembakan pesawat Smart Air di Karowai Papua
12 February 2026 13:38 WIB
Angkat tema alam, mahasiswa dari sanggar OAP wakili KTI di ajang menari nasional
30 January 2026 5:34 WIB
Pesawat Smart Air mendarat darurat di pantai Nabire, semua penumpang selamat
27 January 2026 15:12 WIB
Presiden Prabowo minta dana otsus tidak digunakan untuk DLN pemda di Papua
17 December 2025 6:44 WIB
Gempa Magnitudo 5,1 guncang Merauke Papua Selatan, tidak berpotensi tsunami
17 December 2025 6:27 WIB
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Pinalti dianulir, Arteta murka pada VAR usai Arsenal ditahan Atletico Madrid
30 April 2026 13:04 WIB
Arsenal target kalahkan Atletico Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions
29 April 2026 14:54 WIB