
Pemkot Makassar bersama buruh kemas peringati May Day dengan cara baru

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama para buruh yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Rakyat mengemas peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day dengan konsep baru yang lebih inklusif dan partisipatif.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Jumat, menegaskan peringatan Hari Buruh Internasional 2026 harus menjadi momentum kebahagiaan bagi peningkatan kesejahteraan pekerja.
"May Day tahun 2026 ini menjadi perhatian ekstra bagi kita semua. Berbagai cara kita pikirkan dan sukseskan bersama agar perayaan ini berlangsung meriah," ujarnya.
Munafri Arifuddin mengatakan pihaknya bersama seluruh pemangku kepentingan mendukung konsep perayaan yang lebih meriah melalui kegiatan bertajuk May Day Fest di Lapangan Karebosi Makassar.
Sementara itu Koordinator Koalisi Gerakan Rakyat Akhmad Rianto menjelaskan peringatan May Day tahun ini tidak diisi dengan aksi demonstrasi, melainkan dengan format yang lebih inklusif dan partisipatif, melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Ia menyebutkan Koalisi Gerakan Rakyat terdiri dari berbagai kelompok, mulai dari serikat buruh, masyarakat miskin kota, pedagang kaki lima, petani, pedagang pasar tradisional, hingga mahasiswa.
"Peringatan May Day kali ini kami buat berbeda. Tidak hanya aksi, tapi ada empat kegiatan utama yang kami siapkan," katanya.
Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai yang dilaksanakan mulai pukul 06.00 WITA. Selanjutnya pada pukul 08.00 hingga 08.30 WITA digelar rapat akbar buruh yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam sesi tersebut, para pimpinan daerah dan pemangku kepentingan diundang untuk hadir dan menyampaikan pandangan serta sikap mereka terhadap berbagai isu ketenagakerjaan yang dihadapi buruh saat ini.
"Kami ingin para pimpinan daerah bisa menyampaikan langsung bagaimana sikap mereka terhadap nasib buruh hari ini," jelasnya.
Selain itu kegiatan diramaikan dengan bazar UMKM yang secara khusus disediakan bagi pedagang kaki lima dan pelaku usaha kecil agar dapat berjualan selama peringatan May Day berlangsung.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan panggung rakyat pada siang hari yang menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya dari masyarakat.
Konsep ini diharapkan mampu menghadirkan suasana perayaan yang lebih humanis, kreatif, dan tetap sarat pesan perjuangan.
Akhmad Rianto mengungkapkan jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu orang dari berbagai elemen masyarakat.
"Sekitar 10 ribu peserta akan hadir di Karebosi. Ini gabungan dari berbagai organisasi dan elemen masyarakat," katanya.
Dia menambahkan terdapat empat konfederasi besar buruh yang telah menyatakan bergabung, yaitu Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Serikat Gabungan Buruh Nasional (SGBN), Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI/KSBC), dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Selain itu sejumlah federasi buruh lainnya juga akan turut ambil bagian.
Tak hanya itu organisasi dari sektor lain seperti Serikat Petani Indonesia, pekerja perkebunan, mahasiswa, hingga pedagang pasar tradisional juga dipastikan ikut berpartisipasi.
"Secara keseluruhan, tercatat sekitar 43 organisasi yang akan terlibat dalam peringatan May Day tahun ini di Makassar," ungkapnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkot Makassar bareng buruh kemas konsep baru peringatan May Day
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
