Bekti Nugroho : Media harus Jadi Edukator Politik
Rabu, 30 November 2011 10:51 WIB
Makassar (ANTARA News) - Wakil Ketua Dewan Pers Bekti Nugroho mengatakan, media massa harus memberikan pendidikan politik atau edukator politik bagi masyarakat.
"Media arus dapat menjalankan fungsinya sebagai edukator politik, namun tetap harus menjaga independensinya," kata Bekti di sela-sela kegiatan Uji Kompetensi Wartawan di Makassar, Rabu.
Dia mengatakan, selain media berfungsi sebagai pemberi informasi, tugas lainnya memberikan pendidikan kepada publik.
Menyikapi adanya kecenderungan sejumlah media yang berpihak pada parpol tertentu. Dia mengatakan, hal itu salah satu penyebabnya karena dipengaruhi oleh kepemilikan media.
"Pemilik media yang berkecimpung pada parpol tertentu, terkadang menjadikan medianya sebagai corong untuk kepentingan politiknya," katanya.
Padahal idealnya, lanjut dia, media bukan hanya untuk kepentingan industri tetapi juga berfungsi untuk ruang publik, sehingga harus bebas dari kepentingan politik dan pemilik modal.
Dia mengatakan, khusus peranan media sebagai edukator politik itu penting dilakukan, karena pendidikan politik bagi masyarakat tidak bisa berharap banyak dilakukan pemerintah atau parpol itu sendiri.
"Medialah yang harus berperan aktif melakukan pendidikan politik yang merupakan bagian dari upaya menegakkan pilar demokrasi," katanya. (T.S036/S016)
"Media arus dapat menjalankan fungsinya sebagai edukator politik, namun tetap harus menjaga independensinya," kata Bekti di sela-sela kegiatan Uji Kompetensi Wartawan di Makassar, Rabu.
Dia mengatakan, selain media berfungsi sebagai pemberi informasi, tugas lainnya memberikan pendidikan kepada publik.
Menyikapi adanya kecenderungan sejumlah media yang berpihak pada parpol tertentu. Dia mengatakan, hal itu salah satu penyebabnya karena dipengaruhi oleh kepemilikan media.
"Pemilik media yang berkecimpung pada parpol tertentu, terkadang menjadikan medianya sebagai corong untuk kepentingan politiknya," katanya.
Padahal idealnya, lanjut dia, media bukan hanya untuk kepentingan industri tetapi juga berfungsi untuk ruang publik, sehingga harus bebas dari kepentingan politik dan pemilik modal.
Dia mengatakan, khusus peranan media sebagai edukator politik itu penting dilakukan, karena pendidikan politik bagi masyarakat tidak bisa berharap banyak dilakukan pemerintah atau parpol itu sendiri.
"Medialah yang harus berperan aktif melakukan pendidikan politik yang merupakan bagian dari upaya menegakkan pilar demokrasi," katanya. (T.S036/S016)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pakar hukum: SYL berpeluang dituntut hukuman pidana maksimal hingga 20 tahun penjara
18 June 2024 15:18 WIB, 2024
Polri imbau masyarakat jaga persatuan jelang hari pencoblosan Pemilu 2024
11 February 2024 16:19 WIB, 2024
Kadiv Humas : Polri siapkan rekayasa lalu lintas pada libur Natal -Tahun Baru 2024
18 December 2023 12:45 WIB, 2023
Humas Polri menanam 250.000 bibit mangrove secara serentak di seluruh Indonesia
13 October 2023 10:18 WIB, 2023
Polri seleksi umur dan kesehatan seluruh personel pengamanan Pemilu 2024
29 September 2023 13:36 WIB, 2023
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
KSAD: Presiden Prabowo ingatkan pimpinan beri "reward" kepada prajurit berprestasi
10 February 2026 5:03 WIB
Angela Tanoesoedibjo dijadwalkan lantik mantan Sekda jadi Ketua Perindo Sulsel
04 February 2026 19:12 WIB