Epidemiolog : Uji klinik Vaksin Merah Putih langkah besar hadapi pandemi
Sabtu, 12 Februari 2022 14:16 WIB
Tangkapan layar Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman saat memberikan pernyataan yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu (12/2/2022). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)
Jakarta (ANTARA) - Epidemiolog Universitas Griffith, Australia Dicky Budiman mengatakan izin uji klinik yang diberikan pada Vaksin Merah Putih merupakan sebuah langkah besar bagi negara Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19.
“Vaksin Merah Putih ini penting. Bukan hanya jangka pendek dalam artian merespon pandemi COVID-19 ini saja, tetapi juga untuk jangka panjang,” katanya dalam pesan suara yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Ia menyatakan meskipun Indonesia sudah memiliki PT. Bio Farma untuk memproduksi vaksin, riset terhadap pengujian vaksin yang betul-betul dimulai sejak awal merupakan sebuah fondasi besar negara untuk masuk ke dalam jajaran negara-negara yang dapat melakukan riset vaksin. Termasuk membantu negara dalam memproduksi ketersediaan atau stok vaksin bagi masyarakat secara mandiri.
“Kemampuan produksi sudah jelas ada, tetapi riset vaksin dari 'research and development' ini menjadi satu keunggulan tersendiri yang memang tidak mudah. Perlu investasi dan perlu memerlukan waktu. Dengan adanya riset seperti ini saja, sebetulnya sudah langkah yang sangat jauh lebih maju untuk kita,” katanya.
Baca juga: BPOM: Uji klinik Vaksin Merah Putih libatkan 495 relawan
Baca juga: BPOM beri persetujuan protokol uji klinik Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Unair
Menurut dia bila berbicara mengenai riset sebuah vaksin untuk penyakit menular, peluang keberhasilan yang dimiliki ada sebesar 50 banding 50.
Bila vaksin tersebut dapat berhasil lolos berbagai rangkaian pengujian, maka negara dapat secara mandiri memproduksi vaksin dengan kehalalan yang tidak perlu diragukan untuk dibagikan pada masyarakat.
Negara juga dapat mengubah psikososial sekaligus perilaku masyarakat dalam menanggapi vaksin COVID-19. Namun bila gagal, vaksin Merah Putih menjadi suatu pengalaman yang sangat berharga untuk riset-riset selanjutnya.
“Kalaupun yang lainnya tidak berhasil, setidaknya bisa menjadi satu pengalaman yang sangat berharga bagi penelitian itu. Kegagalan adalah satu fondasi yang baik untuk meraih tahapan berikutnya,” katanya.
Baca juga: Produksi Vaksin Merah Putih ditargetkan 240 juta dosis per tahun
Melihat keseriusan anak bangsa, dia berharap pemerintah benar-benar serius dalam memberikan bantuan dalam riset yang sedang dilakukan. Sebab, pengujian vaksin akan terlihat jelas ketika situasi akan melandai ataupun pada saat status pandemi dicabut oleh pemerintah. Selain itu, keberhasilan penelitian juga menjadi penting bila mengingat COVID-19 bukanlah pandemi terakhir maupun Omicron sebagai varian terakhir.
“Sekali lagi, riset Vaksin Merah Putih ini memang perlu terus didukung dan tentu dengan standar- standar yang juga global standar internasional,” kata Dicky Budiman.
Secara terpisah Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito menyampaikan bahwa pelaksanaan uji klinik Vaksin Merah Putih pada fase satu dan dua mengikutsertakan 90 sukarelawan pada fase satu dan 405 orang pada fase dua.
Apabila uji klinik fase satu dan dua sudah diperoleh hasil interim dan memenuhi syarat, katanya, maka dapat melanjutkan ke tahap uji klinik fase tiga.
"Setelah diperoleh hasil interim uji klinik fase tiga maka dapat berproses untuk pengajuan ke Badan POM dan mendapatkan persetujuan izin penggunaan darurat (EUA) yang kiranya adalah sekitar pertengahan Juli 2022," kata Penny dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (7/2).
Ia menegaskan mutu Vaksin Merah Putih yang akan diberikan dalam uji klinik ini sudah terpenuhi dan didukung oleh fasilitas produksi PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia yang memenuhi persyaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
PT Biotis sebagai produsen vaksin Merah Putih, secara paralel melakukan persiapan untuk uji klinik fase tiga dengan meningkatkan skala produksi vaksin, termasuk yang akan digunakan pada skala komersial, demikian Penny K. Lukito.
“Vaksin Merah Putih ini penting. Bukan hanya jangka pendek dalam artian merespon pandemi COVID-19 ini saja, tetapi juga untuk jangka panjang,” katanya dalam pesan suara yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Ia menyatakan meskipun Indonesia sudah memiliki PT. Bio Farma untuk memproduksi vaksin, riset terhadap pengujian vaksin yang betul-betul dimulai sejak awal merupakan sebuah fondasi besar negara untuk masuk ke dalam jajaran negara-negara yang dapat melakukan riset vaksin. Termasuk membantu negara dalam memproduksi ketersediaan atau stok vaksin bagi masyarakat secara mandiri.
“Kemampuan produksi sudah jelas ada, tetapi riset vaksin dari 'research and development' ini menjadi satu keunggulan tersendiri yang memang tidak mudah. Perlu investasi dan perlu memerlukan waktu. Dengan adanya riset seperti ini saja, sebetulnya sudah langkah yang sangat jauh lebih maju untuk kita,” katanya.
Baca juga: BPOM: Uji klinik Vaksin Merah Putih libatkan 495 relawan
Baca juga: BPOM beri persetujuan protokol uji klinik Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Unair
Menurut dia bila berbicara mengenai riset sebuah vaksin untuk penyakit menular, peluang keberhasilan yang dimiliki ada sebesar 50 banding 50.
Bila vaksin tersebut dapat berhasil lolos berbagai rangkaian pengujian, maka negara dapat secara mandiri memproduksi vaksin dengan kehalalan yang tidak perlu diragukan untuk dibagikan pada masyarakat.
Negara juga dapat mengubah psikososial sekaligus perilaku masyarakat dalam menanggapi vaksin COVID-19. Namun bila gagal, vaksin Merah Putih menjadi suatu pengalaman yang sangat berharga untuk riset-riset selanjutnya.
“Kalaupun yang lainnya tidak berhasil, setidaknya bisa menjadi satu pengalaman yang sangat berharga bagi penelitian itu. Kegagalan adalah satu fondasi yang baik untuk meraih tahapan berikutnya,” katanya.
Baca juga: Produksi Vaksin Merah Putih ditargetkan 240 juta dosis per tahun
Melihat keseriusan anak bangsa, dia berharap pemerintah benar-benar serius dalam memberikan bantuan dalam riset yang sedang dilakukan. Sebab, pengujian vaksin akan terlihat jelas ketika situasi akan melandai ataupun pada saat status pandemi dicabut oleh pemerintah. Selain itu, keberhasilan penelitian juga menjadi penting bila mengingat COVID-19 bukanlah pandemi terakhir maupun Omicron sebagai varian terakhir.
“Sekali lagi, riset Vaksin Merah Putih ini memang perlu terus didukung dan tentu dengan standar- standar yang juga global standar internasional,” kata Dicky Budiman.
Secara terpisah Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito menyampaikan bahwa pelaksanaan uji klinik Vaksin Merah Putih pada fase satu dan dua mengikutsertakan 90 sukarelawan pada fase satu dan 405 orang pada fase dua.
Apabila uji klinik fase satu dan dua sudah diperoleh hasil interim dan memenuhi syarat, katanya, maka dapat melanjutkan ke tahap uji klinik fase tiga.
"Setelah diperoleh hasil interim uji klinik fase tiga maka dapat berproses untuk pengajuan ke Badan POM dan mendapatkan persetujuan izin penggunaan darurat (EUA) yang kiranya adalah sekitar pertengahan Juli 2022," kata Penny dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (7/2).
Ia menegaskan mutu Vaksin Merah Putih yang akan diberikan dalam uji klinik ini sudah terpenuhi dan didukung oleh fasilitas produksi PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia yang memenuhi persyaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
PT Biotis sebagai produsen vaksin Merah Putih, secara paralel melakukan persiapan untuk uji klinik fase tiga dengan meningkatkan skala produksi vaksin, termasuk yang akan digunakan pada skala komersial, demikian Penny K. Lukito.
Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hitung Cepat versi Indikator Politik: Pramono-Rano 48,8%, RIDO 40,7%, Dharma-Kun 10,3%
27 November 2024 17:16 WIB, 2024
Mahasiswa KKN Unhas gandeng UTD PMI Luwu Timur gelar aksi sumbang darah
09 August 2024 20:13 WIB, 2024
Budiman Sudjatmiko pastikan Gibran kuasai substansi tema debat keempat Pilpres 2024
18 January 2024 13:51 WIB, 2024
Budiman Sudjatmiko optimistis Prabowo mampu kuasai debat ketiga Pilpres 2024
06 January 2024 18:01 WIB, 2024
Budiman Sudjatmiko mengungkapkan alasan angkat tangan saat debat capres
14 December 2023 6:27 WIB, 2023
Budiman Sudjatmiko : Prabowo mesti izin kepada Megawati bila ingin meminang Gibran jadi cawapres
18 October 2023 5:56 WIB, 2023
Budiman Sudjatmiko : Pertemuan bersama Anies dan JK secara kebetulan
06 September 2023 18:46 WIB, 2023
Partai Gerindra belum mendapat informasi Budiman Sudjatmiko akan gabung
25 August 2023 14:36 WIB, 2023
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Pesawat Super Air Jet rute Lombok-Surabaya delay hampir 5 jam di Bandara Lombok
14 February 2026 5:39 WIB