Menkeu soroti peran asosiasi soal perlindungan konsumen di teknologi finansial
Rabu, 6 April 2022 10:16 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani. ANTARA/Sanya Dinda/aa.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati menyoroti pentingnya asosiasi seperti Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), untuk ikut berperan aktif di masalah perlindungan konsumen di platform teknologi finansial (tekfin).
Adapun Menkeu kembali menegaskan bahwa masalah perlindungan konsumen termasuk perlindungan data, serta masalah infrastruktur secara teknis yang memberikan jaminan bahwa tekfin tersebut fungsional dan dapat digunakan secara praktis oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
"AFTECH diharapkan terus memegang komitmen untuk terus bersinergi dan kolaborasi baik dengan seluruh penyelenggara sektor jasa keuangan serta mendorong upaya dalam mempercepat digitalisasi dan mendukung pemulihan ekonomi Indonesia," kata Menkeu dalam siaran pers AFTECH, dikutip Rabu.
"Juga diharapkan bisa meminimalkan kesenjangan digital terutama bagi kelompok rentan dan kurang terlayani yaitu kelompok perempuan, pemuda dan terutama masyarakat di daerah yang masih tertinggal," imbuhnya.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menambahkan, pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk mendukung keberadaan ekosistem ekonomi digital Indonesia.
"Ekonomi keuangan digital di Indonesia berkembang sangat cepat. Hal ini menjadi bukti dari sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia, perbankan perusahaan jasa sistem pembayaran, AFTECH, dan e-commerce yang sangat luar biasa dalam mendukung, mempercepat dan terus memajukan ekonomi keuangan digital Indonesia," kata Perry.
Lebih lanjut, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan penguatan tekfin sangat relevan dengan kondisi akhir-akhir ini, di mana tekfin menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat dan memberikan akses ke dalam pembiayaan yang lebih cepat, murah, dan layanan yang lebih bagus.
"Komitmen nasional dalam digitalisasi dapat mendukung sumber–sumber ekonomi terbaru. Namun, ada beberapa tantangan yang perlu digarisbawahi, perkembangan digital di sektor keuangan tidak bisa terpisah dari perkembangan digital ekosistem ekonomi," jelas Wimboh.
"Edukasi masyarakat harus menjadi prioritas supaya masyarakat bisa paham produk sesuai dengan profil masing–masing," ujarnya menambahkan.
Adapun Menkeu kembali menegaskan bahwa masalah perlindungan konsumen termasuk perlindungan data, serta masalah infrastruktur secara teknis yang memberikan jaminan bahwa tekfin tersebut fungsional dan dapat digunakan secara praktis oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
"AFTECH diharapkan terus memegang komitmen untuk terus bersinergi dan kolaborasi baik dengan seluruh penyelenggara sektor jasa keuangan serta mendorong upaya dalam mempercepat digitalisasi dan mendukung pemulihan ekonomi Indonesia," kata Menkeu dalam siaran pers AFTECH, dikutip Rabu.
"Juga diharapkan bisa meminimalkan kesenjangan digital terutama bagi kelompok rentan dan kurang terlayani yaitu kelompok perempuan, pemuda dan terutama masyarakat di daerah yang masih tertinggal," imbuhnya.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menambahkan, pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk mendukung keberadaan ekosistem ekonomi digital Indonesia.
"Ekonomi keuangan digital di Indonesia berkembang sangat cepat. Hal ini menjadi bukti dari sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia, perbankan perusahaan jasa sistem pembayaran, AFTECH, dan e-commerce yang sangat luar biasa dalam mendukung, mempercepat dan terus memajukan ekonomi keuangan digital Indonesia," kata Perry.
Lebih lanjut, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan penguatan tekfin sangat relevan dengan kondisi akhir-akhir ini, di mana tekfin menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat dan memberikan akses ke dalam pembiayaan yang lebih cepat, murah, dan layanan yang lebih bagus.
"Komitmen nasional dalam digitalisasi dapat mendukung sumber–sumber ekonomi terbaru. Namun, ada beberapa tantangan yang perlu digarisbawahi, perkembangan digital di sektor keuangan tidak bisa terpisah dari perkembangan digital ekosistem ekonomi," jelas Wimboh.
"Edukasi masyarakat harus menjadi prioritas supaya masyarakat bisa paham produk sesuai dengan profil masing–masing," ujarnya menambahkan.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Korban tewas banjir bandang Sri Lanka bertambah jadi 334 jiwa, 370 orang hilang
01 December 2025 10:53 WIB
Badan Mutu KKP Makassar libatkan komunitas Balla Inklusi berdayakan disabilitas
09 October 2025 12:55 WIB
Menkeu Sri Mulyani meminta maaf dan janji evaluasi perbaikan usai rumah dijarah
01 September 2025 12:01 WIB
Prabowo prihatin anak keluarga kurang mampu harus menulis kecil demi hemat buku
30 July 2025 11:05 WIB
Menkeu Sri Mulyani ajak ekonom Islam tingkatkan peran dalam respon isu aktual
26 June 2025 14:38 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Belanja pemerintah pusat di Sulsel pada triwulan I 2026 mencapai Rp4,7 triliun
06 May 2026 14:22 WIB
BPS: Transportasi udara dan laut di Sulsel meningkat signifikan per Maret 2026
05 May 2026 20:59 WIB