Logo Header Antaranews Makassar

Ekspor Sulsel pada triwulan I 2026 menapai 323,8 juta dolar AS

Rabu, 6 Mei 2026 14:56 WIB
Image Print
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Makassar New Port (MNP) di Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA FOTO/Arnas Padda

Makassar, Sulsel (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat nilai ekspor pada Januari-Maret 2026 tercatat sebesar 323,80 juta dolar AS atau setara Rp5,63 triliun.

Kepala BPS Sulsel Aryanto di Makassar, Sulsel, Rabu, mengatakan nilai ekspor triwulan I 2026 ini menurun 13,26 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 373,29 juta dolar AS.

"Kalau membandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya itu ada penurunan sebesar 13,26 persen secara year on year," ujarnya.

Aryanto mengaku penurunan itu dipengaruhi oleh melemahnya beberapa komoditas unggulan, terutama besi dan baja serta nikel.

Ia menjelaskan dari sepuluh kelompok komoditas dengan nilai ekspor terbesar selama Januari hingga Maret 2026, komoditas kakao atau cokelat mencatat peningkatan tertinggi dengan kenaikan sebesar 15,12 juta dolar AS atau 101,89 persen.

Sebaliknya, komoditas besi dan baja mengalami penurunan paling dalam yakni sebesar 64,85 juta dolar AS atau 76,15 persen.

Pada Maret 2026, komoditas nikel menjadi penyumbang terbesar ekspor Sulawesi Selatan dengan nilai mencapai 73,59 juta dolar AS atau berkontribusi 64,61 persen terhadap total ekspor.

Disusul komoditas biji-bijian berminyak sebesar 9,20 juta dolar AS (8,08 persen), garam, belerang, dan kapur sebesar 6,79 juta dolar AS (5,96 persen), besi dan baja sebesar 5,84 juta dolar AS (5,13 persen), serta ikan dan udang sebesar dolar AS 5,49 juta (4,82 persen).

"Jika dibandingkan dengan Februari 2026, nilai ekspor nikel mengalami penurunan sebesar 28,84 persen," katanya.

Sementara itu, beberapa komoditas lainnya justru mengalami peningkatan, seperti biji-bijian berminyak yang naik 38,93 persen, garam, belerang, dan kapur naik 41,52 persen, serta ikan dan udang yang meningkat 55,68 persen. Adapun besi dan baja kembali mengalami kontraksi sebesar 15,65 persen.

Secara kumulatif, penurunan ekspor Sulawesi Selatan pada triwulan pertama 2026 terutama disebabkan oleh melemahnya ekspor komoditas utama.

Selain besi dan baja yang turun signifikan, ekspor nikel juga tercatat menurun sebesar 8,88 juta dolar AS atau 4,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026