Logo Header Antaranews Makassar

Ekonomi Sulsel tumbuh 6,88 persen

Selasa, 5 Mei 2026 16:38 WIB
Image Print
Buruh angkut melakukan bongkar muat di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (10/2/2026). BPS Sulsel mencatat pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut pada 2025 sebesar 5,43 persen secara tahunan (yoy) yang didorong oleh pertumbuhan sejumlah sektor seperti sektor jasa lainnya tumbuh 10,80 persen dan ekspor barang dan jasa yang tumbuh sebesar 5,85 persen. ANTARA FOTO/Arnas Padda

Makassar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan menyatakan ekonomi provinsi tersebut tumbuh 6,88 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan I 2026.

"Ekonomi Sulawesi Selatan triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 6,88 persen (yoy). Jika dibandingkan secara triwulan IV-2025 atau q-to-q mengalami kontraksi 3,30 persen," ujar Kepala BPS Sulsel Aryanto di Makassar, Selasa.

Dia mengatakan pertumbuhan secara tahunan lebih baik jika membandingkan secara triwulanan. Sementara secara kumulatif triwulan I-2026 tumbuh 6,88 persen (c-to-c).

Aryanto menyebutkan, pertumbuhan positif terjadi pada sebagian lapangan usaha. Lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib tumbuh sebesar 20,56 persen.

Kemudian diikuti oleh lapangan usaha jasa lainnya 11,67 persen; transportasi dan pergudangan sebesar 11,43 persen; dan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,67 persen.

Aryanto menjelaskan, secara q-to-q dari sisi lapangan usaha, sebanyak sebelas sektor mengalami kontraksi pada periode tersebut. Penurunan terdalam terjadi pada lapangan usaha konstruksi yang terkontraksi hingga 26,07 persen.

Selain itu, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial juga mengalami penurunan signifikan sebesar 23,40 persen, disusul sektor pertambangan dan penggalian yang terkontraksi 16,55 persen.

Meski demikian, beberapa lapangan usaha masih mencatatkan pertumbuhan positif.

Sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan mencapai 24,20 persen. Pertumbuhan juga terjadi pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 17,81 persen.

Sementara itu, sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang tumbuh 1,60 persen, sektor real estate meningkat 0,86 persen, serta jasa keuangan dan asuransi tumbuh 0,19 persen.

Dari sisi struktur perekonomian, tidak terjadi perubahan signifikan pada komposisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Selatan triwulan I 2026. Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sebesar 23,71 persen.

Posisi berikutnya ditempati oleh sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 14,70 persen, industri pengolahan sebesar 13,66 persen, konstruksi sebesar 11,51 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 5,10 persen.

"Secara keseluruhan, lima lapangan usaha utama tersebut memberikan kontribusi sebesar 68,69 persen terhadap perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan I 2026," ucap Aryanto.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026