Logo Header Antaranews Makassar

Pemkab Gowa dukung Desa Cantik BPS

Jumat, 1 Mei 2026 20:47 WIB
Image Print
Sekda Gowa Andy Azis melakukan pertemuan dengan pihak BPS Gowa dalam mendukung program Desa Cantik (Cinta Statistik) di Gowa, Jumat (1/5/2026). ANTARA/HO-Pemkab Gowa

Gowa (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gowa memberikan dukungan penuh terhadap upaya Badan Pusat Statistik (BPS) dengan memfasilitasinya dalam pelaksanaan sosialisasi dan pencanangan program Desa Cantik (Cinta Statistik).

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis di Gowa, Jumat, mengungkapkan data merupakan instrumen vital dalam pembangunan daerah. Tanpa data yang akurat, kebijakan yang diambil berpotensi tidak tepat sasaran.

“Program Desa Cantik ini hadir bukan sekadar seremonial, melainkan upaya strategis untuk memberikan pemahaman pentingnya data statistik sektoral di tingkat desa, sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan data,” ujarnya.

Menurut dia, Pemkab Gowa menyadari bahwa data berkualitas menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang efektif.

Di mana melalui program ini, setiap desa diharapkan mampu mengelola data secara mandiri, sehingga perencanaan pembangunan dapat dimulai dari basis data yang kuat di tingkat akar rumput.

Sementara, untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang merupakan bagian dari Sosialisasi dan Pencanangan Desa Cantik ini dinilai krusial untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menyukseskan sensus tersebut.

“Ini akan menjadi potret menyeluruh perekonomian kita. Sehingga dukungan kepala desa, lurah, dan agen statistik di Kecamatan Bontomarannu sangat dibutuhkan agar seluruh pelaku ekonomi dapat terdata secara jujur dan akurat,” kata Andy Azis.

Sementara Kepala BPS Kabupaten Gowa, Joko Siswanto menegaskan bahwa program Desa Cantik merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola data di tingkat desa sebagai fondasi pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Dirinya menjelaskan, BPS memiliki peran sebagai pemimpin sektor dalam pembinaan statistik sektoral, termasuk mendorong peningkatan literasi data dan kapasitas aparatur desa dalam mengelola serta memanfaatkan data secara berkelanjutan.

“Melalui pembinaan Desa Cantik, kami mendorong peningkatan kapabilitas statistik desa agar data yang dihasilkan semakin berkualitas dan dapat digunakan sebagai dasar utama dalam pengambilan keputusan pembangunan,” jelasnya.

Lebih lanjut, penguatan data desa akan berdampak langsung pada kualitas kebijakan yang dihasilkan, karena pembangunan yang baik harus berbasis pada data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ketika data desa dikelola dengan baik, maka keputusan yang diambil akan lebih tepat sasaran. Inilah yang menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan dari desa untuk pertumbuhan ekonomi dan pemerataan,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Kepala BPS juga mengaku program Desa Cantik berkontribusi dalam mendukung agenda nasional, khususnya dalam penguatan pembangunan berbasis desa serta integrasi data yang lebih optimal.

“Kami berharap kolaborasi antara BPS, pemerintah daerah, dan pemerintah desa terus diperkuat, sehingga Desa Cantik tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi gerakan bersama dalam membangun budaya sadar data di masyarakat,” ujarnya.

Pada pencanangan program Desa Cantik di Kabupaten Gowa ini sejumlah SKPD mengambil bagian dalam membina desa tersebut, di antaranya Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gowa.

Adapun, desa-desa yang akan menjadi sasaran program yakni Desa Sokkolia, Desa Nirannuang, dan Desa Bili-Bili di Kecamatan Bontomarannu.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026