Jusuf Kalla : Rakyat harus Terima Putusan DPR
Rabu, 28 Maret 2012 20:03 WIB
Makassar (ANTARA News) - Mantan Presiden Jusuf Kalla mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menerima putusan yang akan dikeluarkan melalui rapat paripurna DPR tentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Apapun keputusan yang diambil dalam rapat paripurna DPR besok (29/3) terkait rencana kenaikan itu harus diterima oleh seluruh rakyat Indonesia," ujarnya di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan, pro dan kontra dalam DPR mengenai rencana kenaikan harga BBM itu merupakan hal yang wajar dalam suatu negara yang menerapkan konsep demokrasi.
Meskipun dalam rapat untuk mengambil keputusan itu terjadi silang pendapat dan masing-masing mengemukakan alasannya yang rasional, katanya, pasti hal itu akan menjadi pertimbangan.
Kalla yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu mengatakan, wakil rakyat harus benar-benar teliti dan mempertimbangkan usulan tersebut sebelum memutuskan yang terbaik untuk bangsa dan rakyatnya.
"Bagaimanapun alotnya permasalahan ini harus ada keputusan dan biasanya jalan terakhir yang ditempuh adalah melakukan 'voting'," katanya.
Ia mengemukakan, semua elemen bangsa harus bisa menerima keputusan yang melalui rapat paripurna DPR pada Kamis (29/3).
Ia menyatakan bahwa penaikan harga BBM itu harus ditempuh untuk menyesuaikan harga pasar internasional.
Jika penyesuaian harga tidak dilakukan, sedangkan harga minyak mentah dunia terus melambung, katnaya, pemerintah harus menambah subsidi tersebut. (T.KR-MH/M029)
"Apapun keputusan yang diambil dalam rapat paripurna DPR besok (29/3) terkait rencana kenaikan itu harus diterima oleh seluruh rakyat Indonesia," ujarnya di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan, pro dan kontra dalam DPR mengenai rencana kenaikan harga BBM itu merupakan hal yang wajar dalam suatu negara yang menerapkan konsep demokrasi.
Meskipun dalam rapat untuk mengambil keputusan itu terjadi silang pendapat dan masing-masing mengemukakan alasannya yang rasional, katanya, pasti hal itu akan menjadi pertimbangan.
Kalla yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu mengatakan, wakil rakyat harus benar-benar teliti dan mempertimbangkan usulan tersebut sebelum memutuskan yang terbaik untuk bangsa dan rakyatnya.
"Bagaimanapun alotnya permasalahan ini harus ada keputusan dan biasanya jalan terakhir yang ditempuh adalah melakukan 'voting'," katanya.
Ia mengemukakan, semua elemen bangsa harus bisa menerima keputusan yang melalui rapat paripurna DPR pada Kamis (29/3).
Ia menyatakan bahwa penaikan harga BBM itu harus ditempuh untuk menyesuaikan harga pasar internasional.
Jika penyesuaian harga tidak dilakukan, sedangkan harga minyak mentah dunia terus melambung, katnaya, pemerintah harus menambah subsidi tersebut. (T.KR-MH/M029)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jusuf Kalla laporkan Rismon ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik
06 April 2026 12:47 WIB
JK harapkan alumni perguruan tinggi buka usaha solusi atasi pengangguran
03 June 2025 14:07 WIB, 2025
Jusuf Kalla bertolak ke London hadiri "retret" pemikiran untuk minoritas Muslim
12 January 2025 17:12 WIB, 2025
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Desa Binaan Imigrasi di Majene terbentuk, Kanim Polman harap bisa percepat komunikasi
24 September 2026 12:42 WIB
Imigrasi Parepare periksa dokumen warga Meksiko dan Belanda di Tana Toraja
24 September 2026 10:51 WIB