Kalender suku Maya ditemukan di Guatemala, berisi 260 hari
Pendeta Maya membunyikan nada melalui cangkang keong dalam upacara Oxlajuj Batz untuk memperingati berakhirnya kalender Maya di pusat upacara Kaminal Juyu. Kota Guatemala. Upacara tersebut menandakan waktu meditasi sebelum dimulainya sikuls kalender baru yang akan diselenggarakan pada 21 Desember. (REUTERS/William Gularte)
Kalender ini ditemukan di situs arkeologi San Bartolo, di hutan bagian utara Guatemala.
Artefak ditemukan pada potongan mural, berisi tulisan "7 Deer", salah satu nama hari dari total 260 hari kalender Maya. Fragmen ini berisi tulisan Maya kuno angka tujuh dan kepala rusa.
Profesor ilmu dan tulisan Mesoamerika dari University of Texas David Stuart mempublikasikan temuan ini di jurnal Science Advances 13 April 2022. Potongan kalender ini berupa dua bongkah kecil dinding plester, yang tadinya menempel pada dinding batu.
"Dua bongkah ini cocok satu sama lain, memiliki kaligrafi berwarna hitam, dimulai dari tanggal '7 Deer'. Sisanya sulit dibaca," kata Stuart.
Kalender kuno yang baru ditemukan ini merupakan hasil pengamatan pergerakan Matahari, Bulan dan planet. Siklus kalender berupa 260 nama hari, yang disebut "tzolk'in".
Siklus ini merupakan salah satu sistem penghitungan waktu suku Maya. Mereka juga memiliki tahun Matahari berisi 365 hari, sebuah sistem yang lebih besar bernama "Long Count" dan sistem kalender bulan.
"7 Deer" dan catatan lain dari 11 potongan yang ditemukan bersamaan dengan kalender ini menunjukkan sistem penghitungan waktu tersebut sudah digunakan selama beberapa tahun. Profesor antropologi dari Skidmore College, Heather Hurst, yang juga salah satu penulis penelitian, menyebutkan masih ada kemungkinan contoh lain yang lebih tua di situs lain.
"Kedua, tradisi tulisan yang diperlihatkan 11 fragmen ini beragam, ekspresif. Teknologi yang mereka gunakan untuk menyiapkan lukisan dan kaligrafi mengesankan. Ini adalah tradisi tulis-menulis dan seni yang kuat," kata Hurst.
Sejumlah komunitas suku Maya masih menggunakan kalender kuno ini sampai sekarang.
"Sistem kalender ini sudah bertahan sekitar 2.200 tahun, dipelihara oleh Maya saat masa perubahan, tekanan dan tragedi yang luar biasa," kata Stuart.
Sistem kalender ini merupakan salah satu contoh kemajuan peradaban Maya. Selain memiliki budaya tulisan, mereka juga membangun kuil, piramida, istana, tempat pengamatan dan sistem pertanian yang canggih tanpa menggunakan alat logam dan roda.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sekda Sulsel menekankan pentingnya mitigasi risiko dunia maya di kalangan pelajar
14 October 2025 15:11 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir tunjuk Maya Watono sebagai Dirut InJourney
22 November 2024 8:33 WIB, 2024
Marwan/Jessica runner-up Xpora Indonesia International Challenge 2023
03 September 2023 18:12 WIB, 2023
Selly Marcelina kembali berakting dalam film horor "Suzzanna Malam Jumat Kliwon"
30 July 2023 6:34 WIB, 2023
Pentingnya etika dalam beraktivitas di dunia maya demi terhindari dari UU ITE
11 June 2023 10:18 WIB, 2023
BNPT latih para santri melawan narasi intoleran, radikal dan terorisme di dunia maya
18 June 2022 15:24 WIB, 2022
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB