Dibutuhkan Donatur Terbitkan Naskah Kuno Masyarakat Bugis
Selasa, 1 Mei 2012 5:00 WIB
Makassar (ANTARA News) - Dibutuhkan donatur untuk menerbitkan naskah kuno masyarakat Bugis, Sulawesi Selatan, "I La galigo" berhuruf latin dalam 10 jilid.
"Terdapat 12 jilid naskah sastra kuno Bugis itu tersimpan di Belanda dan sudah ada dua jilid yang sudah diterbitkan," kata Direktur Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies Dr Roger Tol di Makassar, Senin.
Dia mengatakan, penerbitan naskah "I La Galigo" yang sudah masuk dalam karya sastra yang dilindungi oleh Badan PBB Urusan Pendidikan, Sains dan Kebudayaan (UNESCO) atas kerja sama lembaga donor Belanda dan Universitas Hasanuddin, Makassar tiga tahun silam.
Menurut dia, untuk penerbitan jilid ke-3 hingga 12 masih membutuhkan donor, dengan rata-rata biaya penerbitan satu jilid naskah sekitar Rp50 juta.
"Jadi, sebenarnya tidak terlalu mahal untuk mencetak naskah kuno bertulis aksara "lontarak" itu," katanya.
Hanya saja, lanjut dia, minimnya animo untuk membukukan naskah itu menjadi salinan berhuruf latin, karena kurang menyadari pentingnya nilai budaya, historis dan seni dari naskah tersebut.
Padahal, menurut dia, nilai sejarah masa lalu dapat membantu dalam memproyeksikan masa depan.
Apalagi naskah itu mengisahkan nilai kejuangan Sawerigading dan I La Galigo, anaknya dengan berbagai peristiwa dan etnik yang kompleks," katanya.
Berkaitan dengan hal tersebut, menurut pemerhati sejarah dan sastra asal Belanda ini, diharapkan donatur yang dapat menerbitkan naskah kuno itu menjadi buku yang dapat dibaca dan dipahami semua orang di dunia.
(T.S036/Z002)
"Terdapat 12 jilid naskah sastra kuno Bugis itu tersimpan di Belanda dan sudah ada dua jilid yang sudah diterbitkan," kata Direktur Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies Dr Roger Tol di Makassar, Senin.
Dia mengatakan, penerbitan naskah "I La Galigo" yang sudah masuk dalam karya sastra yang dilindungi oleh Badan PBB Urusan Pendidikan, Sains dan Kebudayaan (UNESCO) atas kerja sama lembaga donor Belanda dan Universitas Hasanuddin, Makassar tiga tahun silam.
Menurut dia, untuk penerbitan jilid ke-3 hingga 12 masih membutuhkan donor, dengan rata-rata biaya penerbitan satu jilid naskah sekitar Rp50 juta.
"Jadi, sebenarnya tidak terlalu mahal untuk mencetak naskah kuno bertulis aksara "lontarak" itu," katanya.
Hanya saja, lanjut dia, minimnya animo untuk membukukan naskah itu menjadi salinan berhuruf latin, karena kurang menyadari pentingnya nilai budaya, historis dan seni dari naskah tersebut.
Padahal, menurut dia, nilai sejarah masa lalu dapat membantu dalam memproyeksikan masa depan.
Apalagi naskah itu mengisahkan nilai kejuangan Sawerigading dan I La Galigo, anaknya dengan berbagai peristiwa dan etnik yang kompleks," katanya.
Berkaitan dengan hal tersebut, menurut pemerhati sejarah dan sastra asal Belanda ini, diharapkan donatur yang dapat menerbitkan naskah kuno itu menjadi buku yang dapat dibaca dan dipahami semua orang di dunia.
(T.S036/Z002)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo kritik elite yang sebut pemikiran Bung Karno-Bung Hatta sudah kuno
15 August 2025 14:27 WIB
AS mengembalikan peninggalan Dinasti Tang senilai Rp51 miliar pada China
12 May 2023 21:02 WIB, 2023
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019