Bantaeng Obati Gratis Penyakit Kulit dan Kelamin
Senin, 21 Mei 2012 7:58 WIB
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Sebanyak 628 orang penderita penyakit kulit dan kelamin di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, mendapat pengobatan gratis dari dokter spesialis Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Para penderita tersebut terbanyak scabies (256 orang), disusul dermatitis alergi atau infeksi kulit (185 orang), dermatitis non spesifik atau infeksi kulit tidak spesifik (105 orang).
Hal itu terungkap dalam bakti sosial (Baksos) yang dilakukan Tim Dokter Spesialis Penyakit kulit dan kelamin dari Unhas yang dipusatkan di kawasan wisata Pantai Marina Korong Batu Bantaeng, Minggu.
Baksos tersebut dihadiri Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas Prof Dr Dali Amiruddin, sejumlah dokter ahli, Bupati Bantaeng Prof HM Nurdin Abdullah, Sekda HM Yasin, Asisten I Muslimin Maharang, Kadis Kesehatan dr Hj Takudaeng dan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemda Kabupaten Bantaeng.
Supervisor yang juga Ketua Departemen Kulit dan Kelamin Unhas dr Alwi A Mappiasse SpKK, PhD mengatakan, selain ketiga jenis penyakit tersebut, timnya juga menemukan dua kasus penyakit langka yakni neuro fibromatusisa dan varafinoma yang merupakan salah satu bentuk lain dari penyakit kelamin.
Untuk kedua kasus tersebut, Tim Dokter merujuk untuk melakukan pengobatan lanjutan ke RS Prof Dr Anwar Makkatutu agar memperoleh penanganan intensif oleh dokter spesialis Kulit dan kelamin.
Alwi mengatakan, tingginya penderita penyakit kulit dan kelamin antara lain diakibatkan pola hidup bersih. Karena itu, ia berharap, masyarakat Bantaeng memperhatikan hidup bersih karena penyakit kulit dapat menular.
Kegiatan Baksos yang memberi layanan spesialis yang merupakan kali pertama ini dijadwalkan berlanjut pada masa mendatang untuk menjaring penyakit yang biasanya sulit ditangani di rumah sakit daerah, sekaligus mencegah terjadinya epidemi di tengah masyarakat.
Kegiatan Baksos juga dimaksudkan sebagai penjabaran Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam hal pengabdian pada masyarakat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dengan Pemda, terutama Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, urainya.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dasar dan Sarana Dinkes Kabupaten Bantaeng dr Ikhsan mengatakan, dari temuan Baksos ini, pihaknya akan menindaklajuti pada tingkat Puskesmas antara lain dalam bentuk penyuluhan dan pengobatan.
Ini penting sebab penyakit kulit sangat terkait dengan prilaku hidup bersih dan sehat, terutama pada masyarakat pegunungan dan pesisir. (T.KR-DF/F003)
Para penderita tersebut terbanyak scabies (256 orang), disusul dermatitis alergi atau infeksi kulit (185 orang), dermatitis non spesifik atau infeksi kulit tidak spesifik (105 orang).
Hal itu terungkap dalam bakti sosial (Baksos) yang dilakukan Tim Dokter Spesialis Penyakit kulit dan kelamin dari Unhas yang dipusatkan di kawasan wisata Pantai Marina Korong Batu Bantaeng, Minggu.
Baksos tersebut dihadiri Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas Prof Dr Dali Amiruddin, sejumlah dokter ahli, Bupati Bantaeng Prof HM Nurdin Abdullah, Sekda HM Yasin, Asisten I Muslimin Maharang, Kadis Kesehatan dr Hj Takudaeng dan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemda Kabupaten Bantaeng.
Supervisor yang juga Ketua Departemen Kulit dan Kelamin Unhas dr Alwi A Mappiasse SpKK, PhD mengatakan, selain ketiga jenis penyakit tersebut, timnya juga menemukan dua kasus penyakit langka yakni neuro fibromatusisa dan varafinoma yang merupakan salah satu bentuk lain dari penyakit kelamin.
Untuk kedua kasus tersebut, Tim Dokter merujuk untuk melakukan pengobatan lanjutan ke RS Prof Dr Anwar Makkatutu agar memperoleh penanganan intensif oleh dokter spesialis Kulit dan kelamin.
Alwi mengatakan, tingginya penderita penyakit kulit dan kelamin antara lain diakibatkan pola hidup bersih. Karena itu, ia berharap, masyarakat Bantaeng memperhatikan hidup bersih karena penyakit kulit dapat menular.
Kegiatan Baksos yang memberi layanan spesialis yang merupakan kali pertama ini dijadwalkan berlanjut pada masa mendatang untuk menjaring penyakit yang biasanya sulit ditangani di rumah sakit daerah, sekaligus mencegah terjadinya epidemi di tengah masyarakat.
Kegiatan Baksos juga dimaksudkan sebagai penjabaran Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam hal pengabdian pada masyarakat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dengan Pemda, terutama Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, urainya.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dasar dan Sarana Dinkes Kabupaten Bantaeng dr Ikhsan mengatakan, dari temuan Baksos ini, pihaknya akan menindaklajuti pada tingkat Puskesmas antara lain dalam bentuk penyuluhan dan pengobatan.
Ini penting sebab penyakit kulit sangat terkait dengan prilaku hidup bersih dan sehat, terutama pada masyarakat pegunungan dan pesisir. (T.KR-DF/F003)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Sulsel gelar donor darah dan pengobatan gratis di Bantimurung Maros
30 January 2024 21:00 WIB, 2024
Baguna PDIP Sulsel gelar pengobatan gratis memperingati harlah Bung Karno
12 June 2023 5:55 WIB, 2023
Satgas TMMD Polewali Mandar beri layanan kesehatan gratis kepada warga Desa Ongko
20 May 2023 19:32 WIB, 2023
RSUD Wonomulyo dan IDI gelar pengobatan gratis untuk warga lanjut usia
26 April 2022 18:52 WIB, 2022
Prajurit TNI AL lakukan pengobatan kepada korban gempa NTT di pulau terluar Selayar
21 December 2021 5:53 WIB, 2021
Satgas pengamanan perbatasan datangi rumah wrga lakukan pengobatan gratis
26 December 2019 9:52 WIB, 2019
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kapasitas angkutan sampah di Makassar hanya bisa jangkau 67 persen timbulan sampah
08 June 2026 5:31 WIB