Makassar (ANTARA News) - Pelatih PSM Makassar Petar Segrt akan mendampingi dua anak asuhnya untuk bertemu dengan tim komisi disiplin PSSI yang akan meminta keterangan Ilija Spasojevic serta Anwar Samsuddin yang diajadwalkan Jumat (1/6).

"Setelah adanya kepastian pemanggilan yang dilakukan oleh Komdis PSSI terhadap dua pemain PSM Makassar yakni Ilija Spasojevic serta Anwar Samsuddin, maka pelatih PSM Petar Segrt jugaikut mendampingi," ujar Media Officer PSM Andi Widya Swadzwina di Makassar, Kamis.

Ia mengatakan, pemanggilan kedua pemain itu terkait dengan insiden yang terjadi saat PSM Makassar melawan Persiraja Banda Aceh, baik pada saat pertandingan tandang maupun pertandingan kandang.

Khusus pada pertandingan kandang PSM Makassar yang dimainkan di Stadion Andi Mattalatta, pertandingan yang berkesudahan dengan skor 3-0 untuk kemenangan PSM itu sedikit memanas.

Dalam pertandingan itu, pemain PSM Ilija Spasojevic dan pemain Persiraja Abdoulaye Djibril diganjar kartu merah setelah keduanya sempat bersitegang.

Kejadian itu berawal dari Almeida yang dijatuhkan di dekat kotak penalti tapi wasit tidak meniup peluit. Hal ini yang membuat pemain Persiraja protes.

Pemain kedua kubu mengerubungi wasit. Puncaknya saat Spasojevic didorong Djibril hingga terjatuh sehingga membuat suasana kian memanas.

Untuk meredam keributan berkelanjutan, wasit langsung memberikan kartu merah kepada pemain kedua tim, masing-masing untuk Djibril dan Spaso.

Selain itu, kehadiran Petar Segrt ke Komdis PSSI juga akan melaporkan perlakuan wasit Daryanto, penonton, ofisial, sampai panpel Arema yang mengecewakan skuad PSM saat pertandingan leg kedua Piala Indonesia yang bermain di Stadion Gajayana, Rabu (30/5).

"Ini mungkin belum pernah terjadi di sepak bola profesional. Wasit menghentikan pertandingan di menit ke-82 karena penonton dan ofisial Arema masuk lapangan. Dia memegang bola dan selama 15 menit menghentikan laga, tapi kemudian malah meniup peluit panjang. Ofisial Arema juga tidak membiarkan kami bermain lagi," kata Petar.

Pelatih berusia 46 tahun itu juga kesal karena beberapa pemainnya menderita akibat dipuku penonton, ofisial, bahkan panitia pertandingan. Satrio Syam, Febre, dan Kahar menderita lebam di bagian mata. (T.KR-MH/S016)