
Pengguna kereta api di Sulsel keluhkan rebutan kursi

Makassar (ANTARA) - Pengguna kereta api yang ada di Sulawesi Selatan khususnya jurusan Stasiun Mandai (Maros) hingga Garongkong (Barru) mengeluhkan rebutan kursi saat menaiki moda transportasi tersebut sehingga menimbulkan kesan tidak nyaman.
Kiki salah satu warga Kota Makassar yang mencoba pertama kali naik kereta api mengaku kaget begitu mendapati penumpang bisa duduk di sembarang kursi yang tersedia alias siapa cepat dia dapat.
Ingatan pria asal Pulau Jawa ini langsung menerawang puluhan tahun silam saat harus berebut kursi dan terpaksa stand by di dekat pintu kereta begitu kendaraan ular besi itu tiba di stasiun.
"Ini sangat tidak nyaman karena saya membawa anak-anak yang masih kecil dan harus berdesakan dengan orang dewasa. Bisa jadi kaki anak saya terperosok di antara lubang kereta dan dinding pembatas," ujarnya saat ditemui belum lama ini.
Bahkan, lanjutnya, masih ada penumpang kereta api yang bisa berdiri saat tidak mendapat tempat duduk.
Pembelian tiket kereta api pun tidak ada nomor kursi sehingga perebutan kursi tak terelakkan lagi saat penumpang mulai memasuki gerbong.
Selain itu, tambahnya, pembelian tiket kereta api pun harus langsung di stasiun, belum bisa secara daring (online). "Ini terkadang merepotkan, terutama bagi masyarakat yang rumahnya jauh dari stasiun," ujarnya.
Menurutnya, hal ini harus menjadi perhatian bagi Badan Pengelola Kereta Api setempat karena minat masyarakat menaikki kereta api saat ini mulai meningkat, terutama pada akhir pekan atau hari libur.

Kereta api di Stasiun Mandai, Maros, sendiri mulai beroperasi terbatas pada Desember 2023 sebagai bagian dari perluasan relasi KA Lontara (Mandai–Garongkong). Stasiun ini diresmikan sebagai bagian dari proyek kereta api Makassar-Parepare, dengan operasional penuh dan pengembangan lanjutan yang terus berlanjut hingga saat ini.
Untuk tiket kereta api sendiri dijual seharga Rp10.000 per orang dari Stasiun Mandai ke Garongkong yang beroperasi setiap hari.
Menanggapi keluhan tersebut, petugas kereta api pun telah menyediakan form khusus secara daring untuk menyampaikan keluhan atau masukan agar pelayanan lebih optimal.
"Silahkan diisi surveinya pak, sesuai kritik dan sarannya," ujar seorang petugas di Stasiun Garongkong.
Pewarta : antara
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
